kabar

45 pekerja Indonesia di Arab Saudi terancam hukuman mati

Sebagian besar perempuan.

15 Februari 2017 07:23

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah bilang sejauh ini ada sekitar 45 tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi terancam hukuman mati.

Dari jumlah narapidana hukuman mati itu, menurut Anis, sebagian besar adalah pekerja perempuan. "Rata-rata membunuh majikan karena membela diri," kata Anis menjawab pertanyaan Albalad.co kemarin usai sebuah acara diskusi di Jakarta.

Arab Saudi, memberlakukan syariat Islam, menerapkan hukuman mati bagi pelaku kasus pembunuhan, pemerkosaan, zinah, dan narkotik. Hukuman mati di negara Kabah ini biasanya dilakukan dengan cara dipancung di tempat umum. 

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus