kabar

45 pekerja Indonesia di Arab Saudi terancam hukuman mati

Sebagian besar perempuan.

15 Februari 2017 07:23

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah bilang sejauh ini ada sekitar 45 tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi terancam hukuman mati.

Dari jumlah narapidana hukuman mati itu, menurut Anis, sebagian besar adalah pekerja perempuan. "Rata-rata membunuh majikan karena membela diri," kata Anis menjawab pertanyaan Albalad.co kemarin usai sebuah acara diskusi di Jakarta.

Arab Saudi, memberlakukan syariat Islam, menerapkan hukuman mati bagi pelaku kasus pembunuhan, pemerkosaan, zinah, dan narkotik. Hukuman mati di negara Kabah ini biasanya dilakukan dengan cara dipancung di tempat umum. 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Amerika izinkan warganya dilahirkan di Yerusalem menulis Israel sebagai tempat lahir di paspor

Menachem Zivotofsky menjadi warga negara Amerika pertama dilahirkan Yerusalem memperoleh paspor dengan Israel sebagai tempat lahir.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan Indonesia kirim jamaah umrah

Setibanya di Saudi, jamaah harus menjalani karantina tiga hari di hotel sebelum mulai melaksanakan umrah.

Sejumlah pekerja tengah membersihkan halaman Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Lelaki Saudi tabrakkan mobilnya ke pintu masuk Masjid Al-Haram

Kejadian itu kecelakaan bukan disengaja.





comments powered by Disqus