kabar

Ulama Mesir sebut tenggak khamr tanpa mabuk, tidak berdosa

Pernyataan Syekh Jindi ini sesuai pendapat Abu Hanifah, pendiri mazhab Hanafi.

15 Februari 2017 14:41

Bertolak belakang dengan keyakinan umum di kalangan muslim, Syekh Khalid al-Jindi, ulama tersohor asal Mesir sekaligus anggota Dewan Tertinggi Islam Mesir, bilang menenggak khamr atau minuman beralkohol tanpa mabuk tidak berdosa.

Dalam sebuah acara dialog di stasiun televisi DMC TC, Syekh Jindi menjelaskan mabuk itu haram dan berdosa menurut ajaran Islam. Semua hukum syariah mengatur soal sanksi bagi orang mabuk akibat minum khamr.

"Jika minuman beralkohol diteguk seseorang tapi tidak menyebabkan mabuk, nggak haram," kata Syekh Jindi. "Sedangkan kalau ditenggak orang lain dan dia menjadi mabuk maka khamr itu haram bagi orang tersebut."

Dia mendefinisikan orang sedang mabuk adalah yang tidak bisa mengetahui dasar dari sebuah lembah dari atasnya.

Pernyataan Syekh Jindi ini sesuai pendapat Abu Hanifah, pendiri mazhab Hanafi. Abu Hanifah mengatakan minum khamr tanpa mabuk tidak berdosa.

Hanafi adalah satu dari empat mazhab terkenal dalam hukum fiqh selain Syafii, Maliki, dan Hambali.   

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Amerika izinkan warganya dilahirkan di Yerusalem menulis Israel sebagai tempat lahir di paspor

Menachem Zivotofsky menjadi warga negara Amerika pertama dilahirkan Yerusalem memperoleh paspor dengan Israel sebagai tempat lahir.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan Indonesia kirim jamaah umrah

Setibanya di Saudi, jamaah harus menjalani karantina tiga hari di hotel sebelum mulai melaksanakan umrah.

Sejumlah pekerja tengah membersihkan halaman Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Lelaki Saudi tabrakkan mobilnya ke pintu masuk Masjid Al-Haram

Kejadian itu kecelakaan bukan disengaja.





comments powered by Disqus