kabar

Ulama Sudan puasa bicara sejak 1990

"Saya menemukan kedamaian dalam kebisuan," kata Syekh Basyir.

17 Februari 2017 11:30

Sudah lebih dari seperempat abad ulama Sudan Syekh Basyir bin Muhammad Basyir menolak berbicara.

Dia berkomunikasi dengan orang hanya lewat tulisan. Diamenggunakan pulpen dan kertas untuk menulis atau menjawab pertanyaan saat berpartisipasi dalam beragam konferensi dan diwawancarai televisi.  

Syekh Basyir, dilahirkan pada 1956, adalah sarjana lulusan Universitas Sorbonne, Prancis. Dia memiliki banyak pengikut meyakini pemikiran dan kecerdasannya.

Setelah meraih gelar magister bidang ekonomi dan sains di Sorbonne, diaa pulang ke Sudan dan mulai memusatkan perhatian untuk meneliti dan mempelajari Al-Quran. Pada 1990, dia bilang ingin berhenti berbicara dan hanya akan omong atas izin Allah.

Syekh Basyir menjelaskan filosofi diamnya melalui tulisan: "Permulaan diam adalah akhir dari bicara." Tapi puasa bicaranya tetap menjadi misteri karena dia percaya itu adalah rahasia angtara diriya dan Sang Pencipta.

Syekh basyir 2
Dalam sebuah wawancara televisi menulis dia tidak menyesal membisu. "Pena saya cuma menulis hal-hal menyenangkan orang lain. Saya menemukan kedamaian dalam kebisuan."

Kamp Al-Haul di Provinsi Hasakah, utara Suriah. (CNN)

300 keluarga anggota ISIS asal Indonesia masih berada di kamp Kurdi

Seratus kombatan ISIS kabur dari kamp Al-Haul.

Tank M60-A1. (YouTube)

Turki pakai tank hasil modifikasi Israel buat invasi Suriah

Turki menjadi salah satu pelanggan terbesar persenjataan Israel.

Muhammad Botachbaqut alias Abu Yusuf al-Belgiki bersama Yasin Cheikhki alias Abu Talha al-Belgiki, dua anggota ISIS kabur dari tahanan pasukan Kurdi di Ain Isa, utara Suriah. (Rojava Information Center)

Dua anggota ISIS kabur dari tahanan setelah Turki gempur Ain Isa

Erdogan kemarin memutuskan menghentikan invasi ke Suriah selama lima hari.

Aktivis Arab Saudi, Abdul Aziz al-Audah, ditahan karena mendukung Palestina. (Twitter)

Saudi tahan kerabat ulama tersohor karena berkomentar dukung Palestina

Saudi memang telah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 





comments powered by Disqus