kabar

Ulama Sudan puasa bicara sejak 1990

"Saya menemukan kedamaian dalam kebisuan," kata Syekh Basyir.

17 Februari 2017 11:30

Sudah lebih dari seperempat abad ulama Sudan Syekh Basyir bin Muhammad Basyir menolak berbicara.

Dia berkomunikasi dengan orang hanya lewat tulisan. Diamenggunakan pulpen dan kertas untuk menulis atau menjawab pertanyaan saat berpartisipasi dalam beragam konferensi dan diwawancarai televisi.  

Syekh Basyir, dilahirkan pada 1956, adalah sarjana lulusan Universitas Sorbonne, Prancis. Dia memiliki banyak pengikut meyakini pemikiran dan kecerdasannya.

Setelah meraih gelar magister bidang ekonomi dan sains di Sorbonne, diaa pulang ke Sudan dan mulai memusatkan perhatian untuk meneliti dan mempelajari Al-Quran. Pada 1990, dia bilang ingin berhenti berbicara dan hanya akan omong atas izin Allah.

Syekh Basyir menjelaskan filosofi diamnya melalui tulisan: "Permulaan diam adalah akhir dari bicara." Tapi puasa bicaranya tetap menjadi misteri karena dia percaya itu adalah rahasia angtara diriya dan Sang Pencipta.

Syekh basyir 2
Dalam sebuah wawancara televisi menulis dia tidak menyesal membisu. "Pena saya cuma menulis hal-hal menyenangkan orang lain. Saya menemukan kedamaian dalam kebisuan."

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus