kabar

Dua pekan jelang lawatan Raja Salman, ketua Majelis Syura Saudi berkunjung ke Indonesia

Raja Salman dijadwalkan ke DPR pada 2 Maret.

17 Februari 2017 09:13

Dua pekan menjelang kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, Ketua Majelis Syura Arab Saudi Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syekh melawat ke Indonesia. Rombongan ini datang atas undangan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah.

Rombongan Syekh Abdullah mendarat dua hari lalu di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Setelah diterima Presiden Joko Widodo kemarin pagi, delegasi Syekh Abdullah siangnya bertemu pimpinan DPR di kompleks parlemen. Pimpinan dari parlemen kedua negara ini melakukan pertemuan tertutup sekitar sejam sebelum menggelar jumpa pers.

Dalam keterangan di depan wartawan, Ketua DPR Setya Novanto menjelaskan ini merupakan kunjungan pertama Syekh Abdullah pertama sejak dipilih lagi sebagai ketua Majelis Syura Arab Saudi Desember tahun lalu. Setya yakin di bawah kepemimpinan Syekh Abdullah hubungan dan kerja sama antara parlemen kedua negara akan makin erat.

"Jadi kita akan membentuk langsung adanya kerja sama. Pertama, mengenai tenaga kerja. Kedua, mengenai investasi dari pengusaha Indonesia di Arab Saudi dan sebaliknya dari Arab Saudi ke Indonesia," kata Setya. "Terakhir, masalah kerja sama pendidikan dan berkaitan dengan keamanan."

Kedua delegasi juga membahas rencana lawatan Raja Salman ke Indonesia awal bulan depan. Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, menurut Setya, penguasa negara Kabah itu dijadwalkan berkunjung ke kompleks parlemen pada 2 Maret.

Lawatan Raja Salman itu akan menjadi kunjungan pertama raja Arab Saudi dalam waktu hampir setengah abad. Lima tahun sebelum tewas ditembak keponakannya, Raja Faisal bin Abdul Aziz melawat ke Indonesia pada 1970.

Dalam pertemuan itu, Setya juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih atas keputusan Raja Salman mengembalikan kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu dan tambahan kuota sepuluh ribu jamaah mulai musim haji tahun ini.

Setya berharap kunjungan kenegaraan Raja Salman nantinya dapat berjalan aman dan lancar.

Ketika memberikan sambutan dalam bahasa Arab disertai terjemahan bahasa Indonesia, Syekh Abdullah menjelaskan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo membahas beragam upaya buat meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara.

Syekh Abdullah menambahkan DPR akan mengirim dua delegasi ke Arab Saudi, yakni delegasi DPR dan delegasi pengusaha untuk melakukan pembahasan mengenai beragam hal dapat meningkatkan kerja sama kedua negara. "Insya Allah hubungan kedua negara akan terus berlanjut dengan baik dan sebetulnya berkurang hubungan ini karena kurangnya saling kunjungan antara pejabat tinggi kedua negara," ujarnya.

Setya mengakui Arab Saudi termasuk mitra penting Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan. Nilai perdagangan kedua negara pada 2015 mencapai US$ 5,48 miliar. Selama Januari-Oktober tahun lalu tercatat sebesar US$ 3,39 miliar.

Lawatan kenegaraan Raja Salman awal Maret mendatang merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Joko Widodo di Arab Saudi pada September 2015.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus