kabar

Imigrasi bantah tangkap 200 warga Arab Saudi di Bogor

"Mereka semua berdokumen lengkap dan tidak ada yang dideportasi karena ini bukan penindakan tapi operasi pengawasan," kata Agung Sampurno.

23 Februari 2017 09:19

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia membantah pihaknya telah menangkap dan menahan 200 warga Arab Saudi terjaring dalam operasi dini hari tadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti diberitakan media-media di negara Kabah itu.

Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno menjelaskan operasi  rutin itu hanya bersifat pengawasan dan bukan penindakan. Hal itu dilakoni karena kawasan Puncak, Bogor, merupakan tujuan pelesiran favorit para pelancong dari Timur Tengah.

Dia bilang yang ditangkap adalah 96 warga dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Yaman, dan Maroko. "Dari jumlah tersebut, 30 orang adalah warga negara Saudi," kata Agung saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini.

Surat kabar Okaz memberitakan 200 warga Saudi itu ditangkap di restoran, rumah, dan jalan di kawasan Puncak. Paspor mereka dirampas tanpa alasan jelas. Mengetahui kabar itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Muhammad asy-Syuaibi langsung menemui 200 warganya di bawa ke kantor imigrasi di Jakarta.

Agung membantah berita tersebut. Dia mengakui memang ada orang konsuler dari Kedutaan Saudi di Jakarta, tapi bukan duta besar, datang pagi ini menemui Direktur Penindakan dan Pengawasan Imigrasi Yurod Saleh dan sudah mendapat penjelasan.

Menurut Agung, 96 warga Timur Tengah itu, termasuk 30 orang asal Saudi telah dibebaskan tadi subuh. "Mereka semua berdokumen lengkap dan tidak ada yang dideportasi karena ini bukan penindakan tapi operasi pengawasan," ujarnya.

Di situs Ajil News24, Duta Besar Usamah Syuaibi mengatakan tidak bisa menerima penangkapan semena-mena terhadap warganya.   

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Bos Mossad: pengumuman normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel setelah pemilihan presiden Amerika

Hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Sudan dan Israel sepakat berdamai

"Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai," kata Trump.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

26 Oktober 2020

TERSOHOR