kabar

Putri Rafsanjani sebut kematian ayahnya misterius

Pihak oposisi mengklaim Rafsanjani dibunuh.

01 Maret 2017 14:06

Fatimah Rafsanjani, putri dari mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani, bilang kematiaan ayahnya misterius karena tidak diketahui penyebanya.

Pada 8 Januari lalu, Rafsanjani wafat di usia 83 tahun setelah kena serangan jantung, seperti telah diumumkan oleh pemerintah Iran.

Dalam wawancara khusus di kantor berita ISNA, menyebutkan keterangan dari menteri kesehatan dan sejumlah dokter mengautopsi jasad ayahnya tidak akurat dan berlawanan.

Fatimah mengatakan bukti disampaikan tim dokter mengenai kematian ayahnya tidak meyakinkan dan bertentangan dengan apa yang dia ketahui. Dia menekankan Rafsanjani dalam kondisi sehat sebelum ajal menjemput dan ayahnya itu sudah dicek keadaannya oleh seorang dokter Iran berpengalaman tinggal di Amerika Serikat.

Para pendukung kelompok oposisi Gerakan Hijau menduga Rafsanjani dibunuh oleh senjata biologi, terkait kian meruncingnya sengketa antara Ranfsanjani dengan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Mereka mengklaim ada sejumlah tanda menunjukkan Rafsanjani telah dibunuh dan sebenarnya tidak mati sehabis terkena serangan jantung.

"Rafsanjani dicekik dalam kolam renang ketika menuju pusat kebugaran," kata Rohollah Zam, dekat dengan para pentolan Gerakan Hijau, menjelaskan kepada radio Voice of America berbahasa Farsi.

Mehdi Khozali, putra dari mendiang ulama Syiah Abul Qasim Khozali, mengatakan tim dokter dipaksa mengeluarkan surat kematian atas nama Rafsanjani. Dia menambahkan surat kematian itu mestinya dikeluarkan oleh tim forensik.

Khozali bilang semua anggota keluarga Rafsanjani berada dalam tekanan pihak keamanan. Mereka juga tidak dibolehkan meladeni permintaan wawancara soal kematian Rafsanjani.    

Polemik meletup setelah Menteri Kesehatan Iran Hasan Qazi Zada Hasyimi mengatakan tim medis Rafsanjani tidak ada bersama kliennya itu ketika kondisi kesehatannya memburuk, sehingga Rafsanjani segera dilarikan ke rumah sakit namun sudah terlambat.

Situs berita Aftab News melaporkan sudah terjadi malpraktik ketika Rafsanjani pertama kali kena serangan jantung.

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan saat berkunjung ke Jakarta pada November 2014. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

Ladang minyak di Sudan. (medium.com)

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum berpose bareng dua pengunjung Mal An-Nakhil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Selasa, 10 November 2015. (Twitter)

Kabinet UEA setujui perjanjian damai dengan Israel

Israel sudah merampungkan proses ratifikasi pekan lalu. Kalau UEA sudah melakoni hal serupa, maka hubungan diplomatik antara kedua negara sudah bisa dimulai.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

20 Oktober 2020

TERSOHOR