kabar

Ketua DPR minta Raja Salman ampuni tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati

Setya juga meminta tambahan kuota haji lagi buat mengurangi antrean panjang.

02 Maret 2017 17:06

Di hadapan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto memohon pengampunan dari penguasa negara Kabah itu atas tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di Arab Saudi.

"Apabila terdapat warga negara Indonesia bersalah, maka atas nama rakyat Indonesia kami mohon kemurahan hati Sri Baginda untuk memberikan ampunan," kata Setya di ruang paripurna gedung MPR/DPR hari ini, disambut tepukan riuh hadirin.

Data dari Migrant Care, lembaga nirlaba menguruh masalah tenaga kerja Indonesia di luar negeri, menyebutkan terdapat 45 tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi terancam hukuman mati.

Raja Salman siang tadi melakoni kunjungan kehormatan ke komplkes parlemen, mengulang apa yang dilakukan pendahulunya, Raja Faisal bin Abdul Aziz, saat melawat ke Indonesia pada 1970.  

Kedatangan Raja Salman memicu kehebohan. Banyak orang ingin mengabadikan kunjungan bersejarah tersebut.

Setya juga berterima kasih kepada Raja Salman karena telah mengembalikan kuota haji Indonesia ke angka normal sebanyak 221 ribu jamaah dan tambahan kuota 10 ribu orang.
 
"Di Indonesia, antrean untuk berhaji sampai 25 tahun. Bahkan ada yang wafat selama dalam penantian," ujar Setya. "Kami yakin, teriring doa dan harapan seluruh rakyat Indonesia, Sri Baginda akan menambah lagi kuota haji untuk umat Islam (Indonesia)."

Setya menambahkan Arab Saudi dan Indonesoa memiliki ancaman sama, yakni bagaimana menciptakan keamanan dan perdamaian dunia, khususnya dari ancaman terorisme dan radikalisme. Jika Indonesia dan Arab Saudi, serta negara muslim berpaham moderat dapat bersatu, akan memberikan dampak besar dalam menciptakan perdamaian dunia.

Hadir dalam pidato kehormatan Raja Sakman itu, sejumlah pejabat tinggi negara hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wirantor, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo.

Juga hadir dalam acara tersebut mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bekas Wakil Presiden Try Sutrisno, dan beberapa ketua umum partai.

Dalam pidato singkatnya, sekitar lima menit, Raja Salman mengaku senang atas sambutan hangat rakyat Indonesia. Dia bilang saling berkunjung antara pejabat kedua negara dapat meningkatkan kerja sama  bilateral.

Raja keyujuh Arab Saudi ini menekankan ada tiga ancaman dihadapi umat Islam di seluruh dunia. "Yakni terorisme, benturan peradaban, dan tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara," tutur Raja Salman.

Raja Salman akan berada di Indonesia selama 1-12 Maret. Selain melakukan kunjungan kenegaraan tiga hari, dia akan berlibur di Bali. Ini merupakan lawatan penguasa negara Kabah pertama dalam waktu hampir setengah abad, setelah kunjungan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada 1970.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus