kabar

Wakil Presiden lepas Raja Salman ke Brunei

Rombongan Raja Salman berjumlah 1.500 orang kaget melihat kondisi Indonesia dan menganggap Jakarta sebagai kota besar.

04 Maret 2017 20:31

Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menuju Brunei Darussalam untuk kunjungan kenegaraan, sebelum sorenya terbang ke Bali untuk berlibur hingga 12 Maret. Pesawat membawa penguasa negara Kabah itu lepas landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul sepuluh pagi.  

Kalla didampingi sejumlah pejabat, termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, saat melepas kepergian Raja Salman.

Berjubah coklat dan berkacamata hitam, Raja Salman sempat membalikkan badan dan melambaikan tangan sebelum kembali menaiki tangga pesawat menggunakan elevator. Persis di depan pintu pesawat, Raja Salman kembali memutar badannya dan melambaikan tangan lagi.  

Raja Salman melakukan lawatan resminya di Jakarta selama 1-3 Maret. Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Raja Salman juga menyampaikan pidato kehormatan di kompleks parlemen, mengunjungi Masjid Istiqlal, bertemu para tokoh agama Islam, dan 28 tokoh lintas agama.

Dalam jumpa pers di ruang VVIP Bandar Udara Halim, Kalla menjelaskan kunjungan Raja Salman ini menyampaikan pesan penting, yakni menghapus anggaran miring soal Indonesia. "Setelah rakyat Saudi melihat ternyata Indonesia tidak seperti dibayangkan," katanya. "Jangan lupa, umumnya orang Saudi itu membayangkan kita negara terbelakang karena yang ke sana hanya tenaga kerja Indonesia."

Kalla menambahkan rombongan Raja Salman berjumlah 1.500 orang kaget melihat kondisi Indonesia dan menganggap Jakarta sebagai kota besar. Bahkan, kata dia, gedung pencakar langit di Jakarta lebih banyak ketimbang di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR