kabar

Ahmadinejad bikin akun Twitter

Namun Twitter diblokir bagi warga Iran biasa.

09 Maret 2017 10:45

Mantan Presiden Mahmud Ahmadinejad menjadi tokoh Iran teranyar bergabung dengan Twitter.

Salah satu cuitan awal Ahmadinejad ditulis Ahad pekan lalu adalah sebuah rekaman video mengajak orang untuk menjadi pengikutnya di @Ahmadinejad1956.

"In the name of God Peace be upon all the freedom loving people of the world," tulis Ahmadinejad.

Di bagian biografi akun Twitter milik Ahmadinejad tertulis: suami, ayah, kakek, profesor universitas, presiden, wali kota, orang Iran yang bangga kepada negaranya.

Meski Twitter diblokir bagi warga negara biasa, banyak pejabat tinggi Iran merilis cuitan secara rutin, termasuk Presiden Hasan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Muhammad Javad Zarif.

Bahkan kantor pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei mempunyai sejumlah akun Twitter dalam beberapa bahasa.

Iran memblokir Twitter sejak 2009 setelah terjadi demonstrasi besar-besaran menolak terpilihnya lagi Ahmadinejad. Mereka menuding pemimpin garis keras ini berlaku curang dalam pemilihan presiden. 

Ahmadinejad kembali terjun ke politik menjelang pemilihan umum Mei tahun ini. Tapi Khamenei tahun lalu sudah melarang Ahmadinejad ikut pemilihan presiden.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Ahmadinejad ditangkap dengan tuduhan hasut demonstran

Pihak oposisi mengklaim sudah 50 demonstran tewas. Sedangkan versi pemerintah hanya 22 orang terbunuh.





comments powered by Disqus