kabar

Mubarak segera pulang

Dia pekan lalu dinyatakan bebas dari dakwaan membunuh para demonstran pada 2011.

10 Maret 2017 16:37

Pihak keluarga tengah bersiap menyambut kepulangan mantan Presiden Mesir Husni Mubarak.

Mahkamah Agung Mesir pekan lalu memutuskan lelaki 88 tahun itu tidak bersalah dalam pembunuhan pengunjuk rasa selam demonstrasi besar-besaran di seantero negara Nil pada Februari 2011, mengakhiri rezim Mubarak telah berkuasa selama tiga dasawarsa.

Karena kesehatannya memburuk, sejak 2012 Mubarak mendekam dalam rumah sakit militer Maadi untuk menjalani perawatan.

"Sekarang dia bebas untuk pergi," kata sejumlah sumber dekat dengan keluarga Mubarak kepada surat kabar Yaum7.

Sumber-sumber itu menambahkan keluarga Mubarak sudah mempersiapkan rumah pribadi di kawasan elite Heliopolis, tidak jauh dari istana kepresidenan Ittihadiyah.

Mereka bilang Mubarak akan tidur di lantai bawah rumahnya dengan penjagaan ketat. Yaum7 mengklaim Suzanne Thabet, istri Mubarak, tetap tinggal di rumah tersebut selama Mubarak dipenjara.

Setelah bebas nanti, lokasi pertama bakal dikunjungi Mubarak adalah kubur cucu lelakinya, meninggal pada 2009.

Sejumlah tokoh dan pejabat Mesir serta dari negara Arab lain akan menengok Mubarak di kediaman pribadinya nanti.

Sejak lengser enam tahun lalu, Mubarak diadili atas beberapa kasus kejahatan, namun dia diputus bersalah hanya untuk satu perkara korupsi.

Mubarak bareng dua putranya, Alaa dan Gamal, divonis tiga tahun penjara karena terbukti bersalah memakai uang negara untuk memperkaya diri.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus