kabar

Putera Mahkota Abu Dhabi direncanakan ke Indonesia tahun ini

Ini bakal menjadi lawatan pertamanya ke Indonesia.

13 Maret 2017 12:46

Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan, Putera Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), dijadwalkan ke Indonesia tahun ini. 

Rencana lawatan Syekh Muhammad an-Nahyan itu diungkapkan Menteri Muda UEA Mitha Salim asy-Syamsi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Senin pekan lalu di Jakarta, di sela konferensi Indian Ocean Rim Association (IORA).

Namun Retno belum bisa memastikan jadwal kedatangan Syekh Muhammad an-Nahyan. "Saya belum tahu kapan," katanya kepada Albalad.co hari ini.

Dihubungi terpisah lewat WhatsApp pekan lalu, Duta Besar Indonesia buat UEA Husin Bagis bilang semua lobi tengah dilakoni agar Syekh Muhammad an-Nahyan bisa segera ke Indonesia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus