kabar

40 kali ditolak saat melamar kerja karena bernama Saddam Husain

Lelaki India itu mengganti namanya menjadi Sajid.

21 Maret 2017 18:03

Kasihan benar nasib Saddam Husain. Gegara nama pemberian dari kakeknya itu dia kesulitan mendapat pekerjaan.

Lelaki dari Kota Jamshedpur, wilayah timur India, ini paling tidak sudah 40 kali ditolak ketika melamar kerja. Saddam adalah sarjana kelautan dari Universitas Nurul Islam di Tamil Nadu, India, dan telah lulus dua tahun.

Dia kemudian mulai kesal karena memiliku nama mirip mendiang Presiden Irak Saddam Husain. Hingga akhirnya dia memutuskan mengganti namanya menjadi Sajid.

"Orang-orang takut mempekerjakan saya. Mereka khawatir akibat bisa diterima ketika saya berada di perbatsan dengan negara lain," kata Sajid kepada sebuah surat kabat setempat.

Namun Sajid masing menghadapi kendala karena semua ijazahnya masih menggunakan nama lama.

Dia kini masih menunggu sidang pada 5 Mei untuk memaksa pemerintah India mengubah ijazah sekolah menengah atas dan sarjana kepunyaannya memakai nama Sajid, bukan lagi Saddam Husain. 

Semasa hidupnya, Saddam Husain - berkuasa di Irak sejak 1979 - menjadi idola sebagian orang. Sebab dia dianggap sebagai pembela kehormatan bangsa Arab dan kaum muslim dari pihak Barat. Karena sebagian orang memberi nama anak atau cucu lelaki mereka Saddam Husain.

Rezim Saddam tumbang pada April 2003, sebulan setelah pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat menginvasi invasi Irak dengan alasan Saddam memiliki senjata pemusnah massal, meski tudingan itu terbukti palsu.

Saddam wafat di tiang gantungan pada 30 Desember 2006 dalam usia 69 tahun.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Bos Mossad: pengumuman normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel setelah pemilihan presiden Amerika

Hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Sudan dan Israel sepakat berdamai

"Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai," kata Trump.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

26 Oktober 2020

TERSOHOR