kabar

Seribu perempuan Arab Saudi kabur dari negaranya saban tahun

Mereka tidak tahan dengan pengekangan atas nama agama.

22 Maret 2017 15:05

Sedikitnya seribu perempuan Arab Saudi kabur dari negaranya saban tahun karena tidak tahan terhadap pengekangan atas kaum hawa atas nama agama.

Manshur al-Askar, ahli sosologi dari Universitas Imam Muhammad bin Saud di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, mengklaim lebih banyak lagi perempuan kabur ke Jeddah, lebih moderat.

Arab Saudi berpaham Wahabi menerapkan syariat Islam ketat, di mana kaum hawa mesti mendapat persetujuan wali untuk sekolah, bekerja, dan berobat. Bahkan, Saudi menjadi satu-satunya negara di dunia melarang perempuan menyetir mobil.

Dalam sebuah laporan tahun lalu, Human Rights Watch menyebut kebebasan perempuan di Arab Saudi sangat bergantung pada keinginan walinya.

Sebagian ahli bilang banyaknya kaum hawa Saudi kabur ke luar negeri nempengaruhi perekonomian dan masyarakat negara Kabah itu.

"Arab Saudi bakal kalah dalam pertempuran menpertahankan bakatnya," ujar akademisi Saudi, Najah al-Usaimi, kepada the Economist.

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Ghamdi. (Al-Arabiya/Supplied)

Ulama Arab Saudi sebut berabaya tidak diwajibkan dalam ajaran Islam

Sejumlah hadis menyebutkan istri-istri Nabi Muhammad mengenakan pakaian beragam warna, seperti kuning dan merah.

Sekelompok perempuan Arab Saudi berjoging di Kota Jeddah pada 9 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Tabrak tabu, sekelompok perempuan Saudi joging di Jeddah

Setelah diizinkan ke stadion buat menonton sepak bola, bekerja, ikut klub kebugaran, dan pelajar putri boleh mengikuti pelajaran olahraga, kaum hawa di Saudi mulai Juni tahun ini akan diperkenankan mengemudi mobil dan mengendarai sepeda motor.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Ulama senior Saudi sebut perempuan tidak wajib berabaya

Selama ini kaum hawa di negeri Dua Kota Suci tersebut wajib berabaya dan berjilbab serba hitam di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi diizinkan menonton di stadion mulai Jumat pekan ini

Raja Salman bin Abdul Aziz juga sudah memutuskan perempuan Saudi boleh menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor mulai Juni tahun ini.





comments powered by Disqus