kabar

2,5 juta gadis Yaman belum menikah

Setengah juta perawan di negara itu telah berumur di atas 30 tahun.

23 Maret 2017 08:08

Meski belum ada survei resmi karena perang masih membekap Yaman, sejumlah sumber statistik memperkirakan 2,5 juta gadis Yaman belum menikah.

Dari jumlah itu, setengah jutanya telah berumur di atas 30 tahun. Angka tersebut meningkat ketimbang data 2009 menyebut sekitar dua juta perempuan di Yaman belum bersuami.

Menurut laporan tahun lalu, Yaman menempati peringkat kesembilan di dunia Arab, dengan rasio 30 persen kaum hawa di negara Saba itu belum berumah tangga. Fenomena sosial ini kian memburuk di Yaman.

Beberapa penelitian menunjukkan gadis berpendidikan tinggi dan aktif dalam kegiatan sosial kemungkinan tidak menikah lantaran kaum adam tidak mau mempersunting perempuan berpendidikan bagus.

Al-Arabiya mewawancarai dua mahasiswi. Pertama hanya ingin ditulis dengan nama Zikra. Gadis 30 tahun ini bilang lelaki hanya mau mengawini gadis muda, belum berpengalaman dalam kehidupan sehingga menaati suaminya tanpa penolakan.

Lamia Ali, guru berusia 40 tahun, mengaku dirinya tidak mungkin lagi menikah karena dari segi umur sudah terlambat.

Peneliti sosial Sulaiman Abdullah membenarkan makin banyak perawan di Yaman setelah milisi Al-Hutiyun memberontak, sehingga kondisi ekonomi dan kehidupan memburuk.

Dia menambahkan tradisi juga menjadi ganjalan sebab orang tua mereka lebih suka menikahkan anak gadis ya dengan kerabat atau sesama suku.

Mahalnya biaya pesta pernikahan makin memperparah fenomena ini.

 

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kazhimi menyambut kedatangan pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus di Bandar Udara Baghdad pada 5 Maret 2021. (the Officd of the Prime Minister of Iraq)

Paus Fransiskus tiba di Irak

Dia akan bertemu pemimpin kaum Syiah Irak Ayatullah Ali as-Sistani di Kota Najaf.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Netanyahu telepon penggemarnya di Arab Saudi

Muhammad Saud menjadi satu-satunya warga Saudi secara terbuka lewat Twitter menyatakan menyukai Netanyahu dan Israel. Dia mengunjungi Israel pada 2019 bareng lima wartawan dari dua negara Arab lainnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Keluarga kerajaan Saudi berharap Netanyahu terpilih lagi

Netanyahu mengunjungi Saudi untuk pertama kali pada November tahun lalu.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuota haji tiap negara tahun ini mungkin 20-50 persen

Haji tahun lalu hanya buat penduduk Saudi. Jumlahnya pun seribu orang saja.





comments powered by Disqus