kabar

KJRI Jeddah bebaskan jamaah umrah asal Rembang dituduh bersodomi

Polisi Saudi menuding Sarman, 79 tahun, bersodomi dengan kenalan barunya dari Yaman di pelataran toilet Masjid Al-Haram.

26 Maret 2017 16:43

Sarman Parto Pai, jamaah umrah asal Rembang, Jawa Tengah, tidak menyangka pertemuannya dengan seorang warga Yaman mengantarkan dia mendekam dalam Penjara Makkah selama sepuluh bulan, dalam siaran pers KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Kota Jeddah, Arab Saudi, diterima Albalad.co hari ini. 

Polisi menuding lelaki 79 tahun itu bersodomi dengan kenalan barunya dari Yaman di pelataran toilet Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. Setelah melalui proses hukum cukup panjang dan keterangan saksi-saksi, pengadilan menetapkan hukuman enam bulan penjara dan 80 kali cambukan bagi Sarman, meski dakwaan itu tidak terbukti.

"Kasus asusila meliputi hampir 90 persen perkara warga Indonesia ditahan di Penjara Makkah dan Jeddah," kata M. Hery Saripudin, Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah.

Atas upaya tim KJRI Jeddah dengan pihak mahkamah dan penjara, serta mengingat usianya sepuh, Sarman dibebaskan dari hukuman cambuk. Dia juga dikeluarkan dari Penjara Makkah dengan jaminan KJRI dan dibolehkan tinggal di tempat penampungan kepunyaan KJRI.

Sarman menetap di penampungan sejak akhir Oktober tahun lalu, selama proses negosiasi berlangsung hingga dia dilepaskan. "Meskipun jamaah umrah, kasus Sarman merupakan salah satu bukti kepedulian pemerintah terhadap warga Indonesia di luar negeri tanpa pandang bulu," ujar Rahmat Aming Lasim, selama ini menangani kasus itu.

Akhirnya penantian Sarman berbuah manis. Hari ini dia dipulangkan ke Indonesia, didampingi staf KJRI Jeddah. "Ingin segera ketemu cucu dan cicit," ucapnya pelan saat menaiki mobil membawa dia ke Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz, Jeddah.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus