kabar

Pemuda Iran divonis hukuman mati karena hina Islam

Sina Dehghan mengaku karena dijanjikan dibebaskan.

31 Maret 2017 09:51

Sebuah pengadilan di Iran Januari lalu memvonis Sina Dehghan, 21 tahun, dengan hukuman mati atas dakwaan menghina Islam. Mahkamah Agung telah menguatkan putusan itu.

Dehghan, kini mendekam dalam Penjara Arak, menulis pesan-pesan dianggap menista agama dibawa Nabi Muhamaad tersebut melalui Lineapp, aplikasi pesan singkat bikinan Jepang.

Para pengacara hak asasi manusia mengklaim Dehghan ditipu. Alasannya, polisi berjanji membebaskan dia kalau mau mengaku.

Tapi setelah mendapat pengakuan Dehghan, menurut the Centre for Human Rights in Iran (CHRI), polisi melanggar janji dan menjebloskan dia ke dalam penjara hingga disidang dan akhirnya diputus hukuman mati.

"Dia membuat keputusan kekanakan menerima tuduhan (polisi)," kata seorang sumber di CHRI. "Mereka kemudian memutuskan hukuman mati bagi dirinya."

Polisi juga meminta keluarga diam agar Dehghan dibebaskan.

Dalam sidang, tim jaksa menuntut hukuman mati terhadap Dehghan atas dakwaan melecehkan Nabi Muhammad dan 16 bulan penjara lantaran menghina pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

 

 

 

 

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus