kabar

Pemuda Iran divonis hukuman mati karena hina Islam

Sina Dehghan mengaku karena dijanjikan dibebaskan.

31 Maret 2017 16:51

Sebuah pengadilan di Iran Januari lalu memvonis Sina Dehghan, 21 tahun, dengan hukuman mati atas dakwaan menghina Islam. Mahkamah Agung telah menguatkan putusan itu.

Dehghan, kini mendekam dalam Penjara Arak, menulis pesan-pesan dianggap menista agama dibawa Nabi Muhamaad tersebut melalui Lineapp, aplikasi pesan singkat bikinan Jepang.

Para pengacara hak asasi manusia mengklaim Dehghan ditipu. Alasannya, polisi berjanji membebaskan dia kalau mau mengaku.

Tapi setelah mendapat pengakuan Dehghan, menurut the Centre for Human Rights in Iran (CHRI), polisi melanggar janji dan menjebloskan dia ke dalam penjara hingga disidang dan akhirnya diputus hukuman mati.

"Dia membuat keputusan kekanakan menerima tuduhan (polisi)," kata seorang sumber di CHRI. "Mereka kemudian memutuskan hukuman mati bagi dirinya."

Polisi juga meminta keluarga diam agar Dehghan dibebaskan.

Dalam sidang, tim jaksa menuntut hukuman mati terhadap Dehghan atas dakwaan melecehkan Nabi Muhammad dan 16 bulan penjara lantaran menghina pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

 

 

 

 

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus