kabar

Di Mesir ada tiga ribu fatwa seru hancurkan gereja

Mufti Agung Mesir bilang upaya mengadu muslim dan Kristen telah gagal.

02 April 2017 08:35

Mufti Agung Mesir Syekh Syauki Ibrahim Abdul Karim Allam Jumat lalu bilang lembaga pemerintah dia pimpin, Darul Ifta al-Misriyyah, telah menemukan tiga ribu fatwa menyerukan menghancurkan seluruh gereja di negara Nil itu.

Syekh Syauki menolak keberadaan fatwa-fatws ekstremis itu. "Keberagaman manusia adalah kodrat Tuhan," katanya. "Penindasan atas nama agama ditolak oleh hukum karena hubungan antar manusia adalah sebuah rumus Tuhan untuk mencapai koeksistensi dan meniadakan perpecahan.

Fatwa-fatwa bikinan ulama ekstremis itu menolak kaum muslim dan komunitas Nasrani di Mesir hidup berdampingan.

Menjelang akhir tahun lalu, 25 orang tewas dan 31 lainnya luka ajibat ledakan bom di Katedral Santo Markus di Distrik Abbasiyah, Ibu Kota Kairo, Mesir.

"Semua upaya memecah belah kaum muslim dan orang Kristen di Mesir telah gagal," ujar Syekh Syauki.

Dalam sejarahnya, Syekh Syauki menambahkan, pasukan muslim tidak pernah menghancurkan bangunan bersejarah dan tempat ibadah setelah menang perang, tidak seperti dilakukan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan Indonesia kirim jamaah umrah

Setibanya di Saudi, jamaah harus menjalani karantina tiga hari di hotel sebelum mulai melaksanakan umrah.

Sejumlah pekerja tengah membersihkan halaman Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Lelaki Saudi tabrakkan mobilnya ke pintu masuk Masjid Al-Haram

Kejadian itu kecelakaan bukan disengaja.

Rekaman video polisi syariah Arab Saudi berusaha mengusir Fatmah Ibrahim Husain dari Mal Nakhil di Ibu Kota Riyadh gara-gara Fatmah memakai riasan mata. (YouTube)

Lelaki Saudi tikam penjaga Konsulat Prancis di Jeddah

Korban dalam keadaan stabil di rumah sakit. Polisi sudah menangkap pelaku.





comments powered by Disqus