kabar

Berendam kaki luruhkan dosa

Dato Tahir tadinya ingin dibaptis sekali lagi di tempat pembaptisan Yesus.

03 April 2017 06:05

Cuaca terasa adem kemarin di sekitar lokasi pembaptisan Yesus, sekitar sembilan kilometer sebelah utara Laut Mati, Yordania, saat rombongan bos Mayapada Group Dato Tahir tiba di sana. 

Awan gelap menggelayut seolah ikut menambal atap rumbia tidak sepenuhnya menutupi selasar menuju salah satu tempat paling disucikan kaum Nasrani sejagat itu. 

Berbeda saat saya melawat ke sana Sabtu lalu. Sinar surya mencorong dan menyengat kulit, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Yordania.

Dato Tahir, orang terkaya kelima di Indonesia versi majalah Forbes tahun ini, bilang ingin dibaptis sekali lagi di tempat Yesus pernah dibaptis semasa bayi. "Kita banyak dosa, karena itu saya ingin dibaptis lagi," katanya serius.

Lelaki 65 tahun ini berharap ada pendeta di sana untuk membaptis dirinya. 

Berkemeja puith panjang, dipadu celana jins biru dan sepatu olahraga, Dato Tahir menyimak penjelasan pemandu soal tempat pembaptisan Yesus di Sungai Yordania.

Sungai kuno sepanjang 251 kilometer itu disebut dalam Alkitab. Berhulu di Danau Hula di utara Israel, airnya mengalir melewati Laut Galilea hingga bermuara di Laut Mati.

Di lokasi pembaptisan Yesus itu juga pernah dibangun lima gereja. Dua pemimpin Katolik sejagat pernah mengunjungi situs bersejarah ini, termasuk Paus Yohannes Paulus II.

Sayup-sayup terdengar keriuhan acara pembaptisan saat Dato Tahir dan rombongan mendekati sungai. Keinginan Dato Tahir kian besar setelah menyaksikan dua pendeta tengah memimpin pembaptisan seorang peziarah.

Sayangnya Sungai Yordania menjadi sengketa antara Yordania dan Israel, sehingga bagian tengah sungai menjadi batas negara dan dipisahkan dengan tali.

Acara pembaptisan berlangsung di wilayah Israel. "Jadi Dato Tahir tidak bisa menyeberang ke sana, bisa ditembak tentara Israel," ujar seorang staf KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, ikut dalam kunjungan itu.

Dari seberang sungai, terlihat dua tentara perempuan Israel bersenjata mengawasi.

Dato Tahir akhirnya memutuskan tetap turun ke bibir sungai setelah membuka sepatu dan menggulung celananya. Setelah itu, dia duduk sambil merendam kedua kakinya ke dalam air sungai berwarna coklat itu. 

Barangkali dalam doanya, Dato Tahir berharap dosanya luruh setelah merendam kaki di sungai menjadi lokasi pembaptisan Yesus.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Patah arang sinterklas Suriah datang

Setahun lalu, Dato Tahir datang dengan wajah sumringah. Dia senang bisa kembali bertemu lima cucu angkatnya.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus