kabar

Pengungsi Arab tajir ganggu perekonomian Yordania

Mereka memborong properti sehingga harganya meroket.

06 April 2017 15:00

Berbatasan dengan dua negara tengah bergolak, Irak dan Suriah, membikin Yordania kebanjiran pengungsi dari kedua negara itu. 

Akibat perang di Suriah sejak 2011, Yordania kedatangan 1,4 juta pengungsi dari dari negara Syam tersebut. Sekitar 650 ribu di antaranya ditampung di kamp-kamp pengungsi dikelola oleh UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi).

Sedangkan 29 ribu pengungsi asal Irak, kebanyakan dari kelas menengah, tiba di Yordania dalam dua gelombang, yakini saat pecah Perang Teluk I pada 1990-1991 dan sehabis invasi Amerika Serikat ke negara 1001Malam itu.

Menurut seorang diplomat di Yordania, lebih dari setengah penduduk Yordania adalah pengungsi asal Palestina, lari ke negara itu setelah negara Israel terbentuk pada 1948 dan setelah Perang Enam Hari 1967.

Selain itu juga ada ribuan pencari suaka dari beragam negara. 

Bagi pengungsi miskin, mereka tinggal di kamp penampungan dan hidup dari bantuan kemanusiaan. Sebagian mengontrak flat seadanya dan vekerja serabutan untuk membiayai hidp keluarganya.

Celakanya, kata diplomat menolak ditulis identitasnya ini karena isu tersebut amat sensitif, para pengungsi tajir dari Irak, Suriah, dan Libya dengan harta mereka bawa mampu membeli properti dengan harga jual seenak pemiliknya.

"Mereka memborong properti mahal di daerah-daerah elit sehingga harganya meroket dan tidak terjangkau warga Yordania," katanya kepada Albalad.co.

Kondisi ini, lanjut dia, membikin warga Yordania marah. Mereka merasa keberadaan para pengungsi membebani negara dan menjadikan rakyat Yordania sebagai korban.

 

 

 

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel kirim 300 tenda dan 30 ton makanan bagi pengungsi Suriah

Selama 2016-2017, Israel sudah menggelontorkan 360 ton makanan untuk pengungsi Suriah.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bocah pengungsi Suriah pakai kaleng sebagai pengganti kaki

UNICEF Maret lalu menyebutkan ada 1,5 juta warga Suriah mengalami cacat, termasuk 86 ribu orang kehilangan kaki.





comments powered by Disqus