kabar

Qaddafi pernah berupaya membebaskan Saddam dari penjara

Dia mencoba menyuap sipir agar melepaskan presiden Irak itu.

07 April 2017 13:23

Munir Haddad, ketua majelis hakim persidangan Presiden Irak Saddam Husain, bilang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi pernah berupaya membebaskan Saddam dari penjara.

Saddam diadili dengan dakwaan kejahatan perang dan kemanusiaan. Dia meninggal di tiang gantungan dalam usia 69 tahun.

Dalam wawancara khusus denganĀ Al-Arabiya, Haddad mengakui mereka memang mempercepat pelaksanaan hukuman mati terhadap Saddam karena ada kemungkinan dia bakal dibebaskan dari sel.

Dia menambahkan Qaddafi pernah berusaha menyuap sipir-sipir Amerika Serikat agar bersedia melepaskan Saddam.

Saddam tumbang dari tampuk kekuasaan April 2003, sebulan setelah invasi Amerika ke negara 1001 Malam itu.

Dia ditangkap pada Desember 2003 di lokasi persembunyian di kampung halamannya di Tikrit, kemudian diadili hingga divonis hukuman mati. Eksekusi atas Saddam dilakoni pada 30 Desember 2006, hari pertama Idul Adha.

Tidak seperti laporan media Irak dan Amerika, menurut Haddad, Saddam terlihat kalem dan sabar setelah mendengar vonis mati bagi dirinya.

Dia menambahkan Saddam menolak didampingi ulama waktu eksekusi. Dia berharap majelis hakim dalam keadaan sehat dan baik.

Hukuman mati atas Saddam dilaksanakan di markas Angkatan Darat Irak di kawasan Kazhimiyah, timur laut Baghdad.

Dalam video eksekusi Saddam direkam menggunakan telepon seluler, terdengar para serdadu Amerika menghina Saddam. Kepala sipir mengklaim tubuh Saddam ditusuk enam kali setelah eksekusi dilakukan.

Saddam sebenarnya ingin dieksekusi dengan cara ditembak, namun aparat berwenang melaksanakan dengan cara digantung.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menggelar jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta, 23 Oktober 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berjanji tidak bunuh lagi pengkritik penguasa

Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan 16 pejabat pemerintah sudah dipecat.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Curahan hati Aisyah Qaddafi

"Kami tidak boleh menelepon, hanya bisa menggunakan perpustakaan elektronik untuk mengajari kedua anak saya. Itulah alasannya saya hanya bisa menulis pesan kepada kamu," kata Aisyah kepada Albalad.co.

Mendiang Presiden Irak Saddam Husain. (Al-Arabiya/Supplied)

Irak perintahkan sita aset milik Saddam dan semua kroninya

Rumah Tariq Aziz di Ibu Kota Baghdad sudah dicaplok oleh Ammar al-Hakim, politikus Syiah kenamaan.

Saiful Islam Qaddafi, putra dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qaddafi. (Change.org)

Milisi Libya bebaskan Saiful Islam Qaddafi setelah ditahan lebih dari lima tahun

Putra kedua Qaddafi ini dibebaskan Jumat malam lalu dan telah meninggalkan Kota Zintan.





comments powered by Disqus