kabar

Rusia akui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel

Moskow juga mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.

07 April 2017 21:21

Rusia secara mengejutkan mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Pengumuman dalam bahasa Inggris itu dilansir dalam situs Kementerian Luar Negeri Rusia hari ini.

Pengumuman kontroversial negara Beruang Merah itu muncul di tengah spekulasi rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, seperti dia gembar gemborkan selama masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu.

"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap prinsip penyelesaian konflik Palestina-Israel seperti sudah disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk status Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina nantinya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia lewat keterangan tertulis. "Di saat sama, kami harus menyatakan dalam konteks ini, kami memandang Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel."

Dengan pengumuman menghebohkan tersebut, Rusia menjadi negara pertama di dunia mengakui sebagian dari Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal, lewat Hukum Dasar Yerusalem disahkan Knesset (parlemen Israel) pada 1980, negara Zionis itu menegaskan Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Israel mencaplok Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem, setelah menang dalam Perang Enam Hari 1967. Namun dunia sampai sekarang menganggap status Yerusalem masih di bawah hukum internasional dan mesti diselesaikan melalui perundingan.

Sejumlah pejabat Israel menilai pengakuan Rusia itu baru akan terwujud hanya setelah Yerusalem Timur menjadi ibu kota Palestina.

Namun Jerusalem Post menilai kebijakan baru ini bakal berlaku segera. Duta Besar Rusia untuk Israel Alexander Shein dalam beberapa hari mendatang akan bertemu para pejabat Kementerian Luar Negeri Israel buat membahas keputusan Moskow itu.

Tapi sejauh ini belum ada rencana Rusia akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emanuel Nahshon bilang pihaknya masih akan mempelajari pengakuan Rusia itu.   

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

Menteri pertahanan Israel mundur karena tolak gencatan senjata dengan Hamas

Bennett mengancam keluar dari pemerintahan kalau dirinya tidak menjadi pengganti Lieberman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Bin Salman bujuk Netanyahu serbu Gaza

Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman ajak negara-negara Arab terima keberadaan Israel

Ajakan ini disampaikansehari setelah lawatan Netanyahu ke Oman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

yair netanyahu

Facebook blokir akun anak Netanyahu karena berkomentar anti-muslim

"Semua orang Yahudi pergi (dari Israel) atau warga Palestina angkat kaki," tulis Yair. "Saya lebih suka pilihan kedua."

18 Desember 2018

TERSOHOR