kabar

Mesir umumkan keadaan darurat tiga bulan

Sisi bersumpah menumpas jaringan teroris.

10 April 2017 01:37

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi kemarin menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan di seantero negaranya. 

Keputusan itu diambil setelah dia menggelar rapat Dewan Keamanan Nasional, membahas ledakan bom menghantam dua gereja di Tanta, utara Ibu Kota Kairo, dan Aleksandria. 

Insiden di Minggu Palma, hari suci sepekan sebelum Paskah, ini menewaskan paling sedikit 44 orang dan melukai seratusan lainnya. Lewat kantor beritanya, Amaq, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) nengklaim bertanggung jawab.

Pengumuman keadaan darurat tersebut dia sampaikan dalam pidato penuh kemarahan di istana kepresidenan dan disiarkan televisi secara nasional.

Sisi juga membentuk sebuah dewan bertugas menumpas ekstremisme dan terorisme di negara Nil itu. Dia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghukum negara-negara penyokong terorisme.

Situasi keamanan di Mesir memburuk setelah rezim Presiden Husni Mubarak tumbang pada Februari 2011. Banyak milisi, termasuk ISIS, membangun basis di Semenanjung Sinai dan melancarkan serangan terhadap aparat keamanan dan gereja Koptik.

 

Wakil pemimpin ISIS Sami Jasim Muhammad al-Jaburi alias Haji Hamid. (Center for Global Policy)

Irak tewaskan wakil pemimpin ISIS

Haji Hamid juga bertugas mengelola keuangan ISIS.

Amerika menghargai pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi seharga US$ 10 juta (US State Department)

Pemimpin ISIS sekarang eks informan Amerika

Pada satu sesi pemeriksaan, dia memberitahu nomor telepon 19 pentolan ISI dan berapa jumlah uang mereka hasilkan buat milisi itu.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap pada 30 Maret 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi.

Lelaki pendukung ISIS membawa pisau ditangkap di Masjid Al-Haram

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui identitas dan asal negara pendukung ISIS ditangkap di Masjid Al-Haram itu.

Maket proyek ibu kota baru Mesir. (Egyptian Streets)

Presiden Mesir desak warganya punya dua anak saja

Mirip program Keluarga Berencana di era Soeharto.





comments powered by Disqus