kabar

Foto Erdogan ajarkan cucunya baca Al-Quran tersiar luas

"Saya bilang kepada dia, "Putraku, kita akan membaca lima halaman Al-Quran sehari di sini.'"

10 April 2017 09:33

Foto Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajarkan salah satu cucunya membaca Al-Quran tersiar luas di beragam media sosial. Presiden dari AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) ini kemarin bilang foto itu diambil saat upaya kudeta gagal pada 15 Juli tahun lalu.

Dalam foto itu, Erdogan terlihat sedang mengajari Ahmet Akif Albayrak, putra dari pasangan putrinya, Esra, dan Menteri Energi Turki Berat Albayrak, membaca kitab suci umat Islam tersebut di tempat mereka berlibur di Marmaris.

"Kami tinggal di sana selama lima hari," kata Erdogan dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi swasta 24 TV. "Saya bilang kepada dia, "Putraku, kita akan membaca lima halaman Al-Quran sehari di sini.'"

Foto itu dilansir surat kabar propemerintah Yeni Safak dan segera tersiar luas di media sosial.

Setelah diberitahu terjadi upaya menggulingkan kekuasaannya di Istanbul, Ankara, dan kota-kota lainnya, Erdogan segera terbang dan mendarat dengan selamat di Bandar Udara Ataturk di Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Lempar foto Erdogan pakai pot bunga, ibu dan anaknya dipenjara 11 bulan

Gurcen marah karena konvoi kampanye AKP membunyikan musik dengan suara keras. Waktu itu ibunya sedang sakit.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Erdogan sebut otoritas tertinggi di Arab Saudi perintahkan habisi Khashoggi

Dia tidak meyakini Raja Salman sebagai pemberi perintah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi pemilihan presiden Turki

Turki beralih ke sistem presidensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama istri. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi referendum

Hasil ini mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial.





comments powered by Disqus