kabar

KBRI Amman pulangkan buruh migran bermasalah

Bos Mayapada Group Dato Tahir turut membantu proses pemulangan.

11 April 2017 10:03

Sumringah dan rasa bahagia Siti Aliyah binti Warsim sejak keemarin pagi tidak dapat ditahannya. Sangat wajar, karena Siti sudah delapan tahun tidak pernah bertemu keluarganya di Majalengka, Jawa Barat.

Dia meninggalkan kampungnya untuk bekerja ke Yordania sejak usia 22 tahun. Dia bersyukur kepulangannya masih membawa sisa gaji akhirnya dibayarkan oleh majikan, seperti dilansir dalam siaran pers KBRI (kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania, diterima Albalad.co hari ini.

Rasa sukacita juga terbersit dari Tati binti Hidayat, tenaga kerja asal Tangerang baru dua pekan berada di Griya Singgah KBRI Amman. Tati kabur dari majikannya setelah dua tahun bekerja di Amman.

Dia terpaksa lari karena majikannya mengatakan dia tidak boleh memutus kontrak dan harus bekerja dengannya selama sepuluh tahun karena majikan sudah membayar US$ 6 ribu kepada agen di Dubai. "Cukup alot mediasi dilakukan KBRI Amman dengan majikan untuk mendapatkan paspor Tati ditahan majikannya," kata Muhammad Yusuf, staf teknis ketenagakerjaan KBRI Amman.

Yusuf menjelaskan yang sangat memprihatinkan adalah Yati binti Oja, pekerja asal Karawang, Jawa Barat, dipulangkan dalam kondisi sakit gangguan mental setelah delapan tahun bekerja dengan majikan berdomisili di pinggiran Amman. Berkat mediasi dilakukan KBRI Amman, majikan diwajibkan membayarkan gaji Yati tersisa, lebih kurang US$ 10.500.

Lain halnya dengan Marsinih binti Choladi, dari Cilacap, Jawa Tengah. Dia tinggal di Griya Singgah KBRI Amman sudah setahun lima bulan karena berjuang untuk mendapatkan hak asuh untuk dua orang anaknya. Marsinih kabur dari majikannya sepuluh tahun lalu.

Dalam kondisi ilegal tanpa identitas, Marsinih hidup bersama tanpa ikatan sah dengan seorang warga setempat sampai mempunyai dua anak. Saat ini suami Marsinih sedang berada dalam penjara lantaran kasus kriminal.

Marsinih, dibantu pengacara KBRI Amman selama setahun ini berusaha mendapatkan hak asuh anaknya, menemui jalan buntu setelah Pengadilan Tinggi Yordania memutuskan hak asuh kedua anaknya jatuh kepada keluarga suami. Sebab, hukum di Yordania menyatakan ayah mempunyai hak penuh atas anak masih dibawah umur.


Pupus sudah harapan Marsinih untuk membawa pulang kedua anaknya ke Indonesia. Apalagi dirinya terancam hukuman penjara akibat berzina, maka dia memilih pulang ke Indonesia.

Juga ada Ade Sukarsah binti Asum asal Sukabumi, Jawa Barat, diberangkatkan langsung dari penjara Amman ke bandar udara untuk dipulangkan ke Indonesia. Dia telah dipenjara 6 bulan akibat kelebihan masa tinggal selama tujuh tahun.

Dalam pemulangan kali ini, kelima buruh migran Indonesia tersebut didampingi oleh Muhammad Yusuf, staf teknis ketenagakerjaan KBRI Amman, karena membawa uang cukup banyak, termasuk bantuan dari filantrofis Indonesia Dato Tahir.

Bos Mayapada Group itu terketuk hatinya saat singgah ke tempat penampungan sementara buruh migran di KBRI Amman Sabtu pekan lalu. Orang paling tajir nomor lima di Indonesia versi majalah Forbes tahun ini berinisiatif membantu pemulangan tenaga kerja Indonesia bermasalah, termasuk mereka yang gajinya tidak dibayar majikan.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Amman Nico Adam bilang sepanjang tahun lalu terdapat 1.118 buruh migran Indonesia meminta perlindungan ke KBRI Amman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 418 kasus berhasil dimediasi. KBRI Amman berhasil mendapatkan kembali gaji-gaji menjadi hak mereka berjumlah US$ 654 ribu.

Nico berpesan kepada kelima buruh migran dipulangkan agar dapat memanfaatkan uang diperoleh untuk modal usaha atau sesuatu yang bermanfaat di kampung, agar tidak perlu lagi bekerja jauh dari keluarga. "Gunakanlah keterampilan selama ini diterima selama di tempat penampungan," ujarnya.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus