kabar

Hariri dijadwalkan ke Indonesia tahun ini

Kedua negara akan memprioritaskan kerja sama ekonomi.

12 April 2017 04:42

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri menyatakan kesiapannya berkunjung ke Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam pertemuan kemarin siang dengan Duta besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy di kantor perdana menteri di Ibu Kota Beirut, Libanon.

"Saya ingin sekali berkunjung ke Indonesia jika beberpa agenda utama di pemerintahan sudah kami selesaikan," kata Hariri, seperti dilansir dalam siaran pers KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Beirut, diterima Albalad.co hari ini. "Begitu juga, kami akan sangat terhormat jika Presiden Indonesia dapat berkunjung ke Libanon," ujar Hariri.  

Achmad Chozin berharap kunjungan resmi Hariri itu bisa berlangsung pertengahan tahun ini.

Dalam pertemuan itu, Achmad Chozin menjelaskan perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Libanon dalam segala bidang. Beberapa kerja sama telah berjalan baik, khususnya di sektor pendidikan dan pertukaran budaya. Kerja sama ekonomi akan menjadi prioritas untuk terus dikembangkan.

"Di antara potensi-potensi ekonomi dapat digali oleh pemerintah Libanon adalah peluang untuk mendatangkan wisatawan Indonesia ke Libanon," kata Achmad Chozin. "Setiap tahun puluhan ribu jamaah umrah asal Indonesia mayoritas melanjutkan perjalanannya untuk berwisata ke beberapa negara di kawasan, namun sampai saat ini baru ke Turki, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab yang menjadi tujuan."
 
Dia mengatakan kepada Hariri, banyak hal dapat digali oleh Libanon dari Indonesia, termasuk pengalaman Indonesia soal pemberdayaan perempuan, kini menjadi perhatian pemerintah Hariri. Libanon baru membentuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan masih berdebat mengenai kuota kaum hawa di parlemen.  

Menanggapi hal tersebut, Hariri menyambut baik segala bentuk kerja sama dengan Indonesia dapat memberikan manfaat bagi kedua Negara. Hariri mengatakan akan menjadwalkan lawatan ke Indonesia setelah beberapa isu di pemerintahan dapat diselesaikan. Yaang menjadi perhatian utama adalah pembahasan mengenai undang-undang pemilihan umum baru.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus