kabar

Gereja di selatan Mesir tidak akan rayakan Paskah

Kelompok pemuja setan juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap dua gereja Koptik di negara Nil.

12 April 2017 10:00

Gereja-gereja di Provinsi Minya, selatan Mesir, menyatakan tidak akan merayakan Paskah, sebagai rasa duka dan simpati terhadap keluarga korban serangan bunuh diri atas dua gereja Koptik di negara Nil itu.

Insiden di Minggu Palma itu menewaskan 45 orang dan melukai seratusan lainnya.

Dalam keterangan tertulis kemarin, Keuskupan Koptik Orthodoks Minya bilang peringatan Paskah hanya dibatasi pada doa dan peribadatan. "Tanpa ada festival."

Provinsi Minya memiliki populasi Kristen Koptik terbesar di Mesir.

Selain ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), kelompok pemuja setan Lucifer - nama lain setan - juga mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di gereja Koptik di kota Tatan dan Aleksandria.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi telah menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan di seantero negaranya. Parlemen juga sudah menyetujui keputusan ini.

 

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus