kabar

Gereja di selatan Mesir tidak akan rayakan Paskah

Kelompok pemuja setan juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap dua gereja Koptik di negara Nil.

12 April 2017 17:00

Gereja-gereja di Provinsi Minya, selatan Mesir, menyatakan tidak akan merayakan Paskah, sebagai rasa duka dan simpati terhadap keluarga korban serangan bunuh diri atas dua gereja Koptik di negara Nil itu.

Insiden di Minggu Palma itu menewaskan 45 orang dan melukai seratusan lainnya.

Dalam keterangan tertulis kemarin, Keuskupan Koptik Orthodoks Minya bilang peringatan Paskah hanya dibatasi pada doa dan peribadatan. "Tanpa ada festival."

Provinsi Minya memiliki populasi Kristen Koptik terbesar di Mesir.

Selain ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), kelompok pemuja setan Lucifer - nama lain setan - juga mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di gereja Koptik di kota Tatan dan Aleksandria.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi telah menetapkan keadaan darurat selama tiga bulan di seantero negaranya. Parlemen juga sudah menyetujui keputusan ini.

 

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus