kabar

Kumis ala Erdogan populer di kalangan pejabat Turki

Para pejabat dan menteri kini ikut-ikutan berkumis.

13 April 2017 15:57

Menjelang referendum Ahad pekan ini, berkumis ala Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kian tersohor di kalangan para pejabat.

Referendum pada 16 April nanti akan menentukan apakah rakyat setuju atau menolak penghapusan posisi perdana menteri, sesuai rancangan amandemen konstitusi. Jika hasil referendum sepakat, maka kekuasaan eksekutif akan dipegang Presiden Erdogan.

Perdana menteri, menteri kebudayaan, menteri perekonomian, dan menteri luar negeri Turki sekarang berkumis.

Sebagian analis bilang berkaitan dengan sejarah politik di Turki. Sejak kudeta gagal pada 15 Juli tahun lalu, Erdogan mulai mengawasi loyalitas para menterinya.

"Sekarang ini, ketika Turki sedang memerangi organisasi-organisasi teror dan sehabis kudeta gagal, kumis menampilkan citra kuat," kata Mesut Sen, profesor studi Turki di Universitas Marmara, Istanbul.

Secara sejarah, kaum adam di Turki berkumis bukan sekadar buat tampil maskulin, tapi juga menunjukkan pandangan politik. 

Sudah menjadi tradisi, kalangan nasionalis berkumis dengan gaya bulan sabit. Sedangkan kalangan kiri berkumis ala Joseph Stalin, memimpin Uni Soviet selama 1920-an hingga dia meninggal pada 1953.

Setahun lalu, lebih dari setengah anggota kabinet Turki tampil klimis. Sekarang hanya tiga dari 27 menteri, termasuk satu-satunya perempuan, tidak berkumis.

Kecenderungan pejabat berkumis bermula sejak perombakan kabinet tahun lalu, memunculkan spekulasi menteri-menteri berkumis buat menyenangkan Erdogan.

Para pejabat AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan), dipimpin oleh Erdogan, mulai berkumis sejak kudeta gagal Juli tahun lalu.

Seorang menteri menolak ditulis namanya bilang beberapa menteri berkumis atas desakan Erdogan.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Erdogan ubah lagi museum bekas gereja jadi masjid

Museum di Chora itu tadinya Gereja Yunani Ortodoks St. Saviour, peninggalan kerajaan Byzantium

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Ribuan orang hadiri salat Jumat perdana dalam 86 tahun di Masjid Hagia Sophia

Sebelum ritual pekanan itu dimulai, Erdogan membaca Al-Quran, Surat Al-Fatihah dan lima ayat pertama Surat Al-Baqarah.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki culik lebih dari seratus pengkritik Erdogan di luar negeri

Penangkapan besar-besaran terhadap wartawan dan para pengkritik Erdogan dimulai ketika Desember 2013, terbongkar skandal korupsi raksasa melibatkan Erdogan, anggota keluarga, kolega bisnis, dan sekutu-sekutu politiknya.

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Erdogan ubah Museum Hagia Sophia menjadi masjid lagi

Hagia Sophia akan dibuka sebagai masjid lagi pada salat Jumat dua pekan mendatang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

26 Oktober 2020

TERSOHOR