kabar

Qatar bayar US$ 2 juta buat bebaskan sejumlah pangeran diculik di Irak

Penculikan itu berlangsung di selatan Irak 1,5 tahun lalu.

15 April 2017 13:35

Sudah satu setengah tahun penculikan atas serombongan warga negara Qatar, termasuk sejumlah pangeran, diculik di Irak dan telah banyak fulus digelontorkan dalam upaya membebaskan mereka.

Seorang anggota keluarga Kerajaan Qatar baru-baru ini membayar sekitar US$ 2 juta untuk membebaskan mereka.

Korban penyanderaan berjumlah lebih dari dua lusin itu, diculik di daerah perbatasan Irak dan Arab Saudi saat sedang berburu pada Desember 2015.

Seorang warga Qatar dan orang Asia, bagian dari rombongan disekap, dibebaskan April tahun lalu. Sejak saat itu belum ada kabar lagi soal warga Qatar masih disekap. 

Uang sebesar US$ 2 juta itu dibayarkan bulan lalu ke sebuah perusahaan swasta oleh Syekh Khalifah bin Fahid bin Muhammad ats-Tsani, Chairman KBF Trading and Contracting Co.

Mengutip dokumen dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Syekh Khalifah ats-Tsani sudah meneken kontrak dengan Global Strategies Council Inc., berkantor di Kota San Diego, Amerika.

Berdasarkan kontrak, Global Strategies mesti memperoleh bukti rombongan warga Qatar disekap masih hidup. Perusahaan ini juga diminta berkoordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dalam usaha pembebasan sandera.

Global Strategies harus pula berunding dengan kelompok penculik agar bersedia melepaskan sejumlah pangeran Qatar.

Sampai sekarang belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas penculikan rombongan warga Qatar, termasuk beberapa pangeran. Muncul spekulasi milisi Syiah beroperasi di selatan Irak seagai dalangnya.

Kanror Komunikasi Qatar menyebutkan pembebasan mereka merupakan prioritas pemerintah negara Arab Teluk itu.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Kombatan ISIS terjebak di daerah tak bertuan setelah dideportasi dari Turki

Amerika menolak menerima lelaki itu, Turki juga tidak mau menampung kembali.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Turki mulai deportasi kombatan ISIS ke negara asal

Ankara kemarin memulangkan seorang kombatan ISIS asal Amerika Serikat dan tujuh jihadis ISIS dari Jerman dideportasi hari ini.

Seorang lelaki Arab menusuk tiga pemain teater sedang tampil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 November 2019. (Supplied)

Penusuk tiga pemain teater di Riyadh ternyata warga Yaman

Polisi mengatakan ketiga korban cedera dalam keadaan stabil. 

Seorang lelaki Arab menusuk tiga pemain teater sedang tampil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 November 2019. (Supplied)

Lelaki Saudi tusuk tiga pemain teater saat sedang tampil

Korbannya dua lelaki dan satu perempuan.





comments powered by Disqus