kabar

Erdogan menangi referendum

Hasil ini mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial.

17 April 2017 09:18

Sekitar 51,3 persen dari 58 juta lebih pemilih kemarin mencoblos "ya" sebagai bentuk dukungan atas perubahan konstitusi, dalam pelaksanaan referendum kemarin.

Selisih dengan suara menolak sebesar 1,3 juta menurut hasil penghitungan versi kantor berita resmi pemerintah Anadolu. Hasil ini menjadikan Turki mengubah sistem pemerintahannya dari parlementer menjadi presidensial.

Paket amandemen diajukan partai berkuasa AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) dipimpin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini disokong oleh MHP (Partai Gerakan Nasionalis) serta ditentang oleh dua partai oposisi, CHP (Partai Rakyat Republik) dan HDP (Partai Rakyat Demokratik).

Perubahan sistem pemerintahan ini berlaku mulai 2019 jika tidak ada pemilihan umum.

Suara menolak amandenen konstitusi menang di tiga kota terbesar di Turki, yakni Istanbul (51,3 persen), Ankara (51,1 persen), dan Izmir (68,8 persen).

Dalam jumpa pers di Istana Huber, Erdogan menyebut kemenangannya itu sebagai kemenangan seluruh rakyat Turki. "Perubahan konstitusi bukan hal biasa. Ini sangat berbeda dan amat bermakna," katanya.

Sesuai amandemen, jabatan perdana menteri dihapus dan kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden. Pemilihan presiden dan anggota parlemen digelar serentak saban lima tahun.

 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Erdogan ubah lagi museum bekas gereja jadi masjid

Museum di Chora itu tadinya Gereja Yunani Ortodoks St. Saviour, peninggalan kerajaan Byzantium

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Ribuan orang hadiri salat Jumat perdana dalam 86 tahun di Masjid Hagia Sophia

Sebelum ritual pekanan itu dimulai, Erdogan membaca Al-Quran, Surat Al-Fatihah dan lima ayat pertama Surat Al-Baqarah.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Turki culik lebih dari seratus pengkritik Erdogan di luar negeri

Penangkapan besar-besaran terhadap wartawan dan para pengkritik Erdogan dimulai ketika Desember 2013, terbongkar skandal korupsi raksasa melibatkan Erdogan, anggota keluarga, kolega bisnis, dan sekutu-sekutu politiknya.





comments powered by Disqus