kabar

Polisi pastikan Bahrumsyah dan Bahrun Naim masih di Suriah

Polisi terus mengantisipasi para jihadis dari Suriah dan Irak pulang ke Indonesia.

19 April 2017 03:18

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin bilang dua pentolan jihadis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) asal Indonesia, Banhrumsyah dan Bahrum Naim, masih berada di Suriah.

"Mereka masih hidup dan berada di Suriah," kata Syafruddin menjawab pertanyaan Albalad.co semalam, usai acara makan malam dengan Kepala Kepolisian Arab Saudi Jenderal Utsman bin Nasir al-Mihrij di kediaman Duta Besar Arab Saudi buat Indonesia Usamah bin Muhammad asy-Syuaibi di Jakarta. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut di kota mana Bahrumsyah dan Bahrun Naim saat ini berada.

Milisi ISIS di Suriah dan Irak kini mulai terdesak. Pasukan Irak dibantu Amerika Serikat sudah menguasai bagian barat Mosul, kota tempat pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi pada Juni 2014 mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah dengan dia sebagai khalifah. Raqqah merupakan basis terkuat ISIS di Suriah juga mulai diserbu.   

Situasi ini memaksa ribuan jihadis ISIS pulang ke negaranya, termasuk menyamar sebagai pengungsi ke Eropa.

Syafruddin menekankan polisi juga terus mengantisipasi kepulangan para jihadis dari Indonesia agar mereka tidak melakukan serangan teror di tanah air.

Bahrumsyah merupakan komandan jihadis ISIS asal Asia Tenggara sempat dikabarkan tewas bulan lalu, namun informasi itu salah. Lewat rekaman video diunggah ke YouTube pada 2014, dia menyerukan kaum muslim Indonesia untuk bergabung dengan ISIS.

Tidak diketahui kapan lelaki pernah kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta Selatan, itu berangkat ke Suriah dan dengan siapa saja.

Bahrumsyah ikut dalam acara deklarasi mendukung ISIS dan baiat bersama kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi berlangsung Maret 2014 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Bahrun Naim dituding oleh polisi sebagai dalang serangan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Nama lengkapnya adalah Muhamad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Naim alias Abu Rayyan alias Abu Aisyah. Lelaki kelahiran Pekalongan ini bersama dua istri - Rafiqa Hasnum dan Sri Lestari - serta anak-anak mereka berangkat ke Suriah pada Februari 2015.

Data diperoleh Albalad.co menyebutkan walau berada di Suriah, Bahrun Naim membentuk kelompok kajian secara daring menggunakan aplikasi Telegram dan beranggotakan 104 akun.

Bahrum Naim baru bergabung dengan ISIS pada 2014. Sarjana Teknik Informatika dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ini sebelumnya bergabung dengan JAT (Jamaah Ansarut Tauhid) pada 2008. Selain bekerja sebagai teknisi komputer di sebuah warung Internet, Bahrun Naim menjual bendera dan pernak-pernik bernuansa islami.

Bagi tetangganya di daerah Pasar Kliwon, Solo, Bahrun Naim dikenal tertutup dan jarang bergaul. Istrinya, Rafiqa Hasnum, justru ramah dan bisa bergaul.

Bahrun Naim menjadi pemasok amunisi untuk kelompok JAT. Pada 9 November 2010 Bahrun ditangkap polisi karena menyimpan amunisi secara ilegal/ Pengadilan Negeri Surakarta menjatuhkan hukuman dua setengah tahun penjara pada 9 Juni 2011.

Setelah bebas, dia bekerja sebagai penulis lepas dan tetap aktif di JAT. Ketika pemimpin JAT Abu Bakar Baasyir bergabung dengan ISIS, Bahrun Naim mengikuti jejaknya.

Pada Januari 2015 Bahrun Naim menikahi istri keduanya, Sri Lestari, mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan bekas mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah. Sebulan kemudian, dia membawa kedua istri dan anaknya pindah ke Raqqah, ibu kota ISIS di utara Suriah.

Pentolan jihadis ISIS Indonesia lainnya, Salim Mubarok at-Tamimi alias Abu Jandal, sudah tewas tahun lalu di Mosul, Irak.

Berdasarkan dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co, pada 23 Maret 2014 Abu Jandal bareng 18 orang lainnya, termasuk Hilmi Muhammad al-Amudi alias Abu Rayyan (pengasuh pondok pesantren Al-Mukmin, Malang, Jawa Timur), Ahmad Junaidi alias Abu Salman alias Jun, Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad, dan Ridwan Sungkar alias Abu Bilal alias Iwan berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. 

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.





comments powered by Disqus