kabar

Konglomerat Yahudi kecewa Trump tunda pemindahan kedutaan ke Yerusalem

Saat kampanye pemilihan presiden Amerika tahun lalu, Trump berjanji memindahkan Kedutaan Amerika ke Yerusalem.

25 April 2017 11:49

Konglomerat Amerika Serikat berdarah Yahudi Sheldon Adelson, menyumbang puluhan juta dolar Amerika bagi Donald Trump semasa kampanye pemilihan presiden tahun lalu, mengungkapkan rasa kecewa dan marah karena Trump menunda pemindahan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem.

Selama kampanye, Trump berjanji memindahkan Kedutaan Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem. Namun kepastian soal ini belum jelas sampai sekarang. 

Dalam laporannya kemarin, Politico menyebutkan tiga orang dekat Adelson, pengusaha kasino supertajir, bilang bosnya itu juga kecewa dan murka lantaran Trump juga tidak menunjuk orang-orang direkomendasikan Adelson buat menduduki pisisi penting dalam pemerintahan.

Menanggapi laporan Politico itu, Adelson menjelaskan dirinya masih menunggu Trump mewujudkan janji kampanyenya untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Bila rencana itu terlaksana, berarti Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Negara Zionis ini secara sepihak pada 1980 mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Padahal Palestina berniat menjadikan Yerusalem Timur menjadi ibu kota.

Wakil Presiden Amerika Mike Pence bulan lalu menjelaskan kepada the American Israeli Public Affairs Committee (AIPAC), Trump benar-benar serius mengenai rencana pemindahan kedutaan ke Yerusalem.

Adelson bukan hanya mendonasikan fulus dalam jumlah besar buat biaya kampanye Trump. Pekan lalu terungkap dia merupakan donatur terbesar untuk upacara pelantikan Trump sebagai presiden Amerika ke-45 Januari lalu. Adelson menyumbang US$ 5 juta buat acara tersebut.

Peta baru Timur Tengah versi Amerika Serikat, menunjukkan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel. (Screenshot)

Amerika terbitkan peta baru memasukkan Golan sebagai wilayah Israel

Peta baru Timur Tengah versi Amerika itu tetap menunjukkan Tepi Barat sebagai wilayah jajahan Israel.

Tal Dvir, ketua tim peneliti dari Universitas Tel Aviv (Israel), menunjukkan jantung manusia dibikin menggunakan mesin cetak tiga dimesni (3D). Ini jantung pertama di dunia dibuat menggunakan jaringan otot dan pembuluh darah manusia. (medicalxpress.com)

Ilmuwan Israel bikin jantung manusia pakai mesin cetak 3D

Sebelumnya pernah dibuat sebuah jantung manusia menggunakan mesin cetak 3D tapi tanpa sel atau pembuluh darah.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

KBRI Khartum siapkan cadangan logistik buat sepekan

Meski terjadi kudeta dan situasi politik memanas, pencoblosan bagi warga Indonesia tetap dilaksanakan hari ini.





comments powered by Disqus