kabar

Ulama Sunni di Iran minta warga Sunni dibolehkan ikut pemilihan presiden

Selama ini hanya tokoh Syiah mencalonkan diri sebagai presiden Iran.

26 April 2017 14:15

Ulama tersohor Iran Syekh Abdul Hamid Ismail Zahi telah menyerukan agar warga Sunni di negara Mullah itu dibolehkan bertarung dalam pemilihan presiden.

Seruannya itu tidak sejalan dengan pasal 35 dan 115 konstitusi Iran, menyebutkan kandidat presiden Iran mesti muslim berpaham Syiah.

Selama ini presiden dan calon yang bertarung dalam pemilihan presiden Iran merupakan muslim Syiah. Iran bakal menggelar pemilihan presiden pada 19 Mei mendatang dengan enam calon beraliran Syiah.

Ulama Sunni lainnya tinggal di Provinsi Balochistan Malawi Abdul Hamid meminta perubahan konstitusi agar warga Sunni di Iran bisa ikut pemilihan presiden. Dia menekankan rezim Mullah harusnya tidak membedakan antara warga Syiah dan Sunni.

"Kami percaya pasal-pasal dalam konstitusi soal pemilihan presiden harus diubah untuk mengizinkan orang-orang Syiah dan Sunni bertarung dalam pemilihan presiden tanpa ganjalan hukum," katanya.

Pasal 35 dalam Undang-undang Dasar Iran menyatakan ada lima syarat bagi calon presiden, termasuk tokoh agama dan politik meyakini rezim Islam dan doktrin Syiah.

Pasal 107 secara otomatis melarang orang-orang dari aliran non-Syiah, termasuk Sunni, ikut pemilihan pemimpin tertinggi dan anggota Dewan Ahli.

Pasal 115 ayat 5 menyebutkan presiden Iran harus terikat dengan paham Syiah.

Menurut data tidak resmi, terdapat hampir 17 juta warga Sunni dari total 80 juta penduduk Iran.

Sebagian besar warga Sunni itu bermukim di provinsi Kurdistan, Balochistan, Cholistan, dan provinsi-provinsi pesisir berbatasan dengan Teluk Arab.

Sedangkan komunitas Sunni di provinsi Azerbaijan Barat, Arabistan/Ahwaz, Khorasan, dan Gilan merupakan minoritas.

 

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

Muhammad Ramadan, pengacara hak asasi manusia  ditangkap aparat keamanan Mesir karena memakai rompi kuning pada 10 Desember 2018. (Facebook)

Mesir tangkap seorang pengacara karena pakai rompi kuning

Hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.

Demonstran berompi kuning.  (Twitter)

Mesir batasi penjualan rompi kuning jelang peringatan delapan tahun revolusi

Kairo khawatir demonstrasi di Paris menular ke Mesir.

Pohon Natal dipajang dalam  the Big Fashion Mall di Kota Ashdod, selatan Israel. (Courtesy)

Pejabat Yahudi ultra-ortodoks desak mal singkirkan pohon Natal

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel.





comments powered by Disqus