kabar

Iran: Kami sokong Assad bukan karena dia Syiah

"Percayalah, tentang Sunni dan Syiah adalah propaganda Barat," kata Valullah Muhammadi.

26 April 2017 19:58

Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiullah Muhammadi mengaskan sokongan negaranya terhadap rezim Presiden Basyar al-Assad bukan karena Assad penganut Syiah.

"Republik Islam Iran tidak pernah membedakan Syiah atau Sunni," kata Muhammadi menjawab pertanyaan Albalad.co usai mnejadi pembicara dalam diskusi soal Perang Suriah, berlangsung di kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jakarta, hari ini. "Kami selalu mendukung perang terhadap terorisme."

Dia mencontohkan Iran, merupakan rezim Syiah, pun mendukung perjuangan Hamas, berpaham Sunni, dalam menghadapi penjajah Israel.

Muhammadi menekankan dukungan Iran terhadap Assad dalam memerangi kelompok-kelompok teroris dan separatis di Suriah, seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan Al-Qaidah, untuk memelihara kestabilan dan perdamaian di Suriah sebagai negara demokratis.

"Bukan karena Suriah negara Syiah atau negara Sunni," ujar Muhammadi. "Percayalah, tentang Sunni dan Syiah adalah propaganda Barat."

Selain menerjunkan Brigade Al-Quds, pasukan elite dalam Garda Revolusi, Iran juga menyokong milisi Syiah seperti Fatimiyun dan Hizbulla, bertempur bareng pasukan pemerintah Suriah dalam menghadapi kaum pemberontak.

Meski Iran mayoritas penduduknya muslim Syiah, menurut Muhammadi, juga terdapat lebih dari sepuluh juta warga Sunni tinggal di negara Mullah itu tanpa ada masalah. "Mereka hidup berdampingan dengan kaum Syiah. Mereka bersaudara," tuturnya.

Perang meletup di Suriah sejak 2011 telah menewaskan hampir setengah juta orang. Sekitar tujuh juta warga Suriah menjadi pengungsi, termasuk lima juta orang lari ke negara-negara tetangga, seperti Libanon, Turki, dan Yordania. 

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.





comments powered by Disqus