kabar

Dua pejabat MUI ke Israel belum dikenai sanksi

Marsudi Syuhud terpilih sebagai pengawas atas Badan Pengelola Keuangan Haji.

27 April 2017 15:36

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sampai sekarang belum memutuskan sanksi bagi dua pejabatnya, Kiai Marsudi Syuhud dan Profesor Istibsyaroh, pergi ke Israel Januari lalu.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi sudah meminta klarifikasi dari kedua orang itu. Namun dia menolak memberitahu sanksi bakal diberikan kepada mereka. "Nanti kalau sudah disetujui pimpinan (MUI), baru kami umumkan segera," katanya saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini.

Marsudi dan istibsyaroh termasuk dalam delegasi muslim Indonesia mengunjungi negara Zionis itu, diundang dan dibiayai oleh Australia/Israel and Jewish Affairs Council (AIJAC) - lembaga lobi pro-Israel di Australia. Rombongan beranggotakan sembilan orang ini juga diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin.

Profesor Istibsyaroh adalah ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI. Sedangkan Kiai Marsudi Syuhud, juga Ketua PBNU (Pengurus Besar Nashdhatul Ulama), menjabat ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI.

Ditemui usai rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, juga mengumumkan lima anggota Dewan Pengawas atas Badan Pengelola Keuangan Haji di mana Marsudi Syuhud juga terpilih, Marsudi menolak berkomentar. Parasnya berubah kecut saat ditanya kenapa dirinya mau berkunjung ke Israel. Tangannya langsung menyergah tangan kanan Albalad.co memegang alat perekam suara.

Lawatan kedua pejabat MUI tersebut mengundang polemik. Sebab sikap kaum muslim seperti posisi resmi pemerintah Indonesia, yakni tidak mengakui negara Israel karena masih menjajah Palestina.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher menjelaskan tidak ada kaitannya antara kepergian Marsudi Syuhud ke Israel dengan terpilihnya dia sebagai anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji. Dia bilang tiap orang berhak memiliki pandangan politik berbeda.

"Paling penting proses internal di Komisi VII berjalan dengan baik sesuai mekanisme, tidak ada yang berkeberatan, memenuhi syarat," kata Ali ketika ditemui terpisah. "Beliau kan tokoh masyarakat, mubaligh, ulama. Jadi punya kompetensi pada bidang syariah, kita hargai juga."

Namun Ali mengakui saat uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih lima pengawas atas Badan Pengelola Keuangan Haji, Komisi VIII tidak mengetahui kabar kunjungan Marsudi ke Israel.   

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus