kabar

Pengadilan Turki setujui pemblokiran Wikipedia

Pemblokiran dilakukan karena Wikipedia menolak menghapus dua artikel mengaitkan Turki dengan kelompok teroris di Suriah.

03 Mei 2017 06:21

Sebuah pengadilan di Ibu Kota Ankara, Turki, Senin lalu menyetujui keputusan pemerintah untuk memblokir situs Wikipedia, seperti dilansir surat kabar Haberturk.

Pemerintah Turki menutup akses ke Wikipedia sejak Sabtu pekan lalu. Sesuai hukum berlaku, keputusan ini mesti diajukan ke pengadilan dan mahkamah memiliki waktu dua hari untuk menetapkan apakah menyetujui atau menolak pemblokiran itu.

Pengadilan memutuskan pemblokiran dilakukan karena situa ensiklopedia terbesar sejagat itu menolak menghapus dua laman berbahasa Inggris, mengaitkan Turki dengan kelompok teroris beroperasi di Suriah. Kalau permintaan Turki tersebut dikabulkan, pemblokiran dicabut.

Pengadilan menyebutkan sejumlah negara juga pernah melakukan pemblokiran terhadap situs.

Pendiri Wikipedia Jimmy Wales menyatakan akan mendukung rakyat Turki untuk melawan pemblokiran itu.

"Akses atas informasi adalah hak asasi mendasar," katanya melalui Twitter. "Rakyat Turki, saya akan selalu bersama kalian untuk memperjuangkan hak ini."

Pohon Natal dipajang dalam  the Big Fashion Mall di Kota Ashdod, selatan Israel. (Courtesy)

Pejabat Yahudi ultra-ortodoks desak mal singkirkan pohon Natal

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel.

Gereja di Ibu Kota Teheran, Iran, 5 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran tangkap 114 warganya karena murtad

Iran memang membebaskan warganyan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, tapi orang Islam murtad adalah sebuah kejahatan. Hukumannya penjara lebih dari sepuluh tahun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.





comments powered by Disqus