kabar

UNESCO tolak klaim Israel atas Yerusalem

Resolusi UNESCO menyatakan Israel tidak berhak secara hukum dan sejarah atas kota suci tiga agama itu.

03 Mei 2017 15:55

Bertepatan dengan peringatan 69 tahun terbentuknya negara Israel, UNESCO (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Kebudayaan) kemarin mengesahkan resolusi isinya menolak klaim negara Zionis itu atas Yerusalem.

Resolusi itu menyatakan Israel secara hukum dan sejarah tidak berhak terhadap Yerusalem. Resolusi ini disponsori oleh Aljazair, Libanon, Mesir, Maroko, Oman, Qatar, dan Sudan. 

Dalam pemungutan suara, 22 negara mendukung resolusi, 23 negara mengajukan blangko kosong, sepuluh negara menolak, dan tiga negara mangkir.

Israel secara sepihak mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Klaim ini ditetapkan dalam Hukum Dasar Yerusalem, disahkan Knesset (parlemen Israel) pada 1980. 

Negara Bintang Daud ini telah memindahkan semua kantor pemerintah, termasuk kediaman resmi presiden dan perdana menteri, ke Yerusalem Barat. Israel terus berusaha menguasai Yerusalem Timur secara de facto.

Resolusi UNESCO menolak kedaulatan Israel atas seluruh wilayah Yerusalem. Israel dianggap sebagai penjajah Yerusalem.

Resolusi ini juga mengecam pembangunan permukiman di Kota Tua, Yerusalem Timur, Hebron, dan mendesak Israel mengakhiri blokade atas Jalur Gaza.

Sepuluh negara menolak resolusi itu adalah Amerika Serikat, Inggris, Italia, Belanda, Lithuania, Yunani, Paraguay, Ukraina, Togo, dan Jerman.

Beberapa saat setelah resolusi tersebut disahkan, Duta Besar Israel untuk UNESCO Carmel Shama-Hacohen, dengan berselimut bendera Israel, menyampaikan pidatonya.

Hacohen menegaskan pemerintah Israel tidak akan tinggal diam menghadapi resolusi memalukan itu. "Keputusan bias dan palsu ini, serta upaya mempertentangkan hubungan Israel dan Yerusalem, tidak akan mengubah fakta sederhana: Yerusalem adalah ibu kota bersejarah dan abadi bagi bangsa Yahudi."

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.





comments powered by Disqus