kabar

Lelaki Saudi namai bayinya sesuai nama anak Presiden Trump

Al-Anzi kini dipanggil dengan sebutan Abu Ivanka setelah menamai bayi perempuannya Ivanka.

05 Mei 2017 13:00

Banyak orang keheranan setelah seorang lelaki Arab Saudi menamai bayi perempuannya Ivanka, sesuai nama Ivanka Trump, putri dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Salim Amir Salim al-Ayasyi al-Anzi mendapat banyak sokongan dan cemoohan di media sosial karena penamaan itu. Akte kelahiran Ivanka sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan dan tersebar luas di WhatsApp.

Al-Anzi bilang dia menamai putrinya Ivanka untuk menjawab tantangan dari teman-temannya. "Apalagi tidak ada larangan dalam agama Islam atau tradisi Saudi," katanya.

Warga Kota Arar di utara Saudi ini mengatakan sudah mendaftarkan nama putrinya, Ivanka, ke kantor catatan sipil di Ibu Kota Riyadh. Gegara nama itu, dia kini disapa Abu Ivanka.

Banyak yang mendukung dan mencemooh tindakan Al-Anzi tersebut. Akte kelahiran dan foto Ivanka, bayi Saudi, tersebar luas di WhatsApp di Saudi.

Kabar ini muncul setelah Gedung Putih mengumumkan Presiden Trum akan mengunjungi Israel, Vatikan, dan Saudi sebagai tujuan lawatan pertamanya ke luar negeri.

 

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus