kabar

Iran hukum penzina 74 kali cambukan dan mandikan mayat selama dua tahun

Iran pada 2013 menghapus hukuman rajam bagi penzina.

15 Mei 2017 20:29

Pengadilan di Ibu Kota Teheran, Iran, menyatakan seorang perempuan telah menikah dan berumur 35 tahun terbukti bersalah berzina. Terdakwa tidak disebut identitasnya ini divonis hukuman 74 kali cambuk dan memandikan mayat di ruang jenazah selama dua tahun.

Perempuan itu tadinya membantah melakukan hubungan badan dengan selingkuhannya. Namun setelah tim jaksa memberikan bukti kuat, dia tidak mampu lagi menolak dakwaan tersebut, seperti dilansir the Iranian Students News Agency.

Perzinaan merupakan kejahatan besar dalam sistem hukum di negara Mullah. Dalam beberapa kasus, pelakunya dihukum mati.

Sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979, Iran memberlakukan syariat Islam, di mana pelaku perzinaan dihukum rajam sampai meninggal. Namun pada 2013, Iran mengadopsi hukum internasional menolak rajam dan mengizinkan hakim memberikan hukuman lain dipandang pantas bagi penzina.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus