kabar

Presiden Joko Widodo berencana hadiri KTT Arab Islam-Amerika

Terorisme dan radikalisme akan menjadi isu utama.

19 Mei 2017 21:59

Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam-Amerika akan berlangsung di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Ahad pekan ini.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya kemarin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan Presiden Joko Widodo telah menerima utusan khusus Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menyampaikan undangan pertemuan tersebut. Utusan Raja Salman itu adalah Menteri Penerangan dan Kebudayaan Arab Saudi Awad bin Saleh al-Awad.

"Kita memandang ini pertemuan penting karena pertama kalinya ada pertemuan antara pemerintahan Amerika baru dengan negara-negara Islam," kata Arrmanatha. "Tentunya membahas isu menjadi perhatian kita semua, terkait upaya memerangi radikalisme dan terorisme."

Pertemuan antara negara-negara Islam dengan Amerika itu berlangsung di tengah lawatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Arab Saudi. Diperkirakan akan ada lebih dari 30 kepala negara menghadiri KTT Arab Islam-Amerika pertama itu, termasuk Presiden Donald Trump dan tuan rumah Raja Salman bin Abdul Aziz.

Lebih lanjut Arrmanatha menambahkan terdapat sekitar 50 negara diundang Raja Salman. Daftar tamu undangan juga meliputi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Yusuf bin Ahmad al-Usaimin, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmad Abul Ghait, dan Sekretaris Jenderal GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) Abdul Latif bin Rasyid az-Zayani.

Dia menekankan sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat - 13 persen dari total warga muslim di dunia - kehadiran Indonesia sangat penting.

"Kita akan menyampaikan pengalaman kita bagaimana Islam dan demokrasi bisa bekerja di Indonesia," ujar Arrmanatha. "Dan bagaimana kerukunan (umat) beragama, toleransi, dan harmoni berjalan di Indonesia."

Menurut dia, isu lain akan menjadi perhatian dalam KTT Arab Islam-Amerika itu adalah tentang jihadis asing dan bagaimana dunia bisa bekerja sama dalam menangani makin banyaknya jihadis asing.

Di hari sama, dalam jumpa pers di Ibu Kota Riyadh, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair mengatakan sekitar 37 kepala negara dan pemerintahan akan menghadiri KTT Arab islam-Amerika, seperti dilansir Al-Arabiya. Dia menambahkan konferensi ini akan berfokus pada upaya memerangi terorisme, meningkat perdagangan dan investasi, serta masalah pemuda dan teknologi

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus