kabar

Zakir Naik dapat kewarganegaraan Arab Saudi

Dia menjadi buronan polisi India atas kasus terorisme.

20 Mei 2017 16:51

Ulama asal India Dr Zakir Naik, menjadi buronan pemerintah India atas kasus terorisme, telah mendapat kewarganegaraan Arab Saudi.

Sumber-sumber Arab mengungkapkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz turun tangan buat memberikan status kewarganegaraan Saudi bagi Naik, agar dia terhindari dari penangkapan oleh Interpol (Organisasi Kepolisian Internasional).

Pengadilan di India bulan lalu mengeluarkan suratperintah penangkapan kedua atas nama Dr Naik. Dia didakwa terlibat kasus terorisme dan pencucian uang.

Naik, saat itu tengah berkeliling ke sejumlah negara termasuk Indonesia, memutuskan tidak kembali ke India dan bertahan di Malaysia. Naik memperoleh izin tinggal tetap dari pemerintah Malaysia lima tahun lalu.

Penceramah 51 tahun itu meninggalkan India tahun lalu, diduga untuk menghindari penangkapan setelah beberapa tersangka kasus serangan teror di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, mengaku terinspirasi oleh ceramah Naik.

Media di India melaporkan aparat berwenang kemudian mencabut paspor Naik dan meminta Interpol mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Naik.

Naik kemudian pergi ke Arab Saudi diyakini bakal dibekuk sehabis paspornya dicabut.

 

 

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dapat pengawal pribadi baru setelah Al-Fagham dibunuh

Pengganti Al-Fagham itu bernama Brigadir Jenderal Said al-Qahtani.

Mahyor Jenderal Abduk Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Pengawal pribadi Raja Salman dibunuh dalam istana

Dia memastikan cerita tewasnya Al-Fagham disebarluaskan Al-Uwaid melalui Twitter tidak benar.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Pengadilan Paris jatuhkan vonis sepuluh bulan penjara bagi putri Raja Salman

Puteri Hasa binti Salman terbukti terlibat penganiayaan seorang tukang sedang merenovasi apartemennya di Paris tiga tahun lalu.





comments powered by Disqus