kabar

Hasan Rouhani terpilih lagi sebagai presiden Iran

Dia unggul dari Ibrahim Raisi, kandidat dari kalangan konservatif.

21 Mei 2017 20:52

Hasan Rouhani terpilih lagi sebagai presiden Iran untuk periode kedua dalam pemilihan digelar Jumat lalu.

Tempat-tempat pemungutan suara terpaksa buka sampai tengah malam karena begitu banya pemilih ingin menggunakan haknya.

Dalam siaran televisi pemerintah kemarin, hasil penghitungan suara hampir rampung menunjukkan Rouhani meraup 58,6 persen, sedangkan Raisi mendapat 39,8 persen.

Kemenangan Rouhani ini sekaligus menjaga kelangsungan kesepakatan soal nuklir Iran dengan pihak Barat dicapai Juli 2015 di Ibu Kota Wina, Austria. Pada Januari 2016, sanksi ekonomi atas Iran dicabut, sehingga negara Mullah itu bisa memulai kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara lain.

Dalam pidato kemenangannya, Rouhani berterima kasih kepada mantan Presiden Muhammad Khatami, sekutu sekaligus pendukung terpentingnya. Padahal pasukan keamanan telah melarang penyebutan nama Khatami, tokoh reformis amat tersohor di Iran, di media. 

"Jutaan orang senang karena Rouhani menang," kata Ahmad Ismaili, pengusaha berusia 31 tahun. Dia spontan menari di pasar berlokasi di jantung Ibu Kota Teheran ketika hasil akhir pemilihan presiden diumumkan. 

"Saya lebih senang ketimbang empat tahun lalu, saat dia menang untuk pertama kali," ujar penjahit bernama Mariam Farmayeshi, 34 tahun.

Pedagang jam tangan Yusuf Khaleghi mengaku rela mengantar kerabat dan teman-temannya ke tempat pemungutan suara seharian penuh. Usahanya bangkrut saat Presiden Mahmud Ahmadinejad berkuasa. Karena itu dia bertekad agar tokoh garis keras jangan sampai menjadi presiden lagi.

 

 

 

 

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Ulama Sunni di Iran Syekh Abdul Hamid Ismail Zahi menyerukan agar warga Sunni juga dibolehkan ikut pemilihan presiden. (Al-Arabiya)

Ulama Sunni di Iran minta warga Sunni dibolehkan ikut pemilihan presiden

Selama ini hanya tokoh Syiah mencalonkan diri sebagai presiden Iran.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Ahmadinejad dicoret dari pencalonan presiden Iran

Dewan Garda meloloskan enam orang dari sekitar 1.600 yang mendaftar sebagai kandidat presiden.





comments powered by Disqus