kabar

Melania Trump menolak bergandengan tangan dengan suaminya setiba di Israel

Sara dan Melania mengaku memiliki pengalaman sama, yakni dibenci media.

23 Mei 2017 17:35

Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump kemarin menolak bergandengan tangan dengan suaminya, Presiden Donald Trump, saat keduanya berjalan di karpet merah, setibanya di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel.  

Di sebelah mereka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu, berjalan bergandengan tangan.

Trump dan rombongan tiba di negara Zionis itu dalam lawatan resmi pertamanya setelah sebelumnya berada di Arab Saudi selama dua hari. Di sana dia menghadiri Konferensi GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) dan Konferensi Islam-Amerika.

Dalam pembicaraan di Ben Gurion, Sara dan Melania berbagi pengalaman serupa, yakni mereka sama-sama dibenci media namun mengklaim dicintai rakyat.

"Anda tahu di Israel semua orang menyukai kami. Media membenci kami namun rakyat mencintai kami," kata Sara. "Seperti Anda."

"Kita memiliki banyak kesamaan," jawab Melania.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus