kabar

Trump jadi Presiden Amerika pertama kunjungi Tembok Ratapan

Barack Obama juga pernah mengunjungi Tembok Ratapan tapi bukan saat menjabat presden.

23 Mei 2017 18:37

Setengah Abad setelah Israel mencaplok Yerusalem, Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat pertama mengunjungi Tembok Ratapan, berlokasi di Kota Tua, Yerusalem Timur.

Trump berkunjung ke Tembok Ratapan kemarin sore tidak lama setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Dia juga berjalan kaki menyusuri lorong-lorong di Kota Tua dan mampir sekitar sejam di Gereja Kuburan Yesus, ssebelum ke Kotel (Tembok Ratapan dalam bahasa Ibrani), salah satu tempat paling dikeramatkan oleh umat Yahudi.

Kaum Yahudi meyakini Kotel merupakan tembok tersisa dari Kuil Yahudi kedua dibangun semasa Raja Herod.

Selama lawatan Trump dan rombongannya ke Kota Tua, polisi Israel memblokir wilayah itu. Rombongan Trump memasuki Kota Tua melalui Gerbang Jaffa.   

Trump, memakai kippah, kemudian menyentuh Tembok Ratapan dan menyelipkan secarik kertas - biasanay berisi doa - di sela rekahan dinding.

Karena dikuasai sehabis Israel menang dalam Perang Enam Hari 1967, masyarakat internasional menganggap Yerusalem sebagai daerah jajahan, meski Israel mengklaim sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Barack Obama juga pernah mengunjungi Tembok Ratapan tapi bukan saat menjabat presden. Dia ke sana ketika sedang ikut pemilihan senator.

Trump juga dijadwalkan bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas di Kota Bethlehem, Tepi Barat, sekaligus berziarah ke Gereja Kelahiran Yesus.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Demi keamanan, peziarah Yahudi diminta berdoa lima meter dari Tembok Ratapan

"Seluruh bagian Tembok Ratapan adalah zona berbahaya. Batunya bisa jatuh kapan saja," ujar Dvira.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Ahli arkeologi peringatkan Tembok Ratapan bisa ambruk kapan saja

Sebongkah batu Tembok Ratapan ambruk kemarin pagi beratnya sekitar seratus kilogram.

Sebongkah batu Tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Western Wall Heritage Foundation)

Sebongkah batu Tembok Ratapan jatuh

Sebuah penelitian pada 2004 menyebutkan sebagian Tembok Ratapan mengalami erosi seratus kali lebih cepat ketimbang bagian lainnya.





comments powered by Disqus