kabar

Air Zamzam palsu marak beredar di Makkah dan Madinah

Polisi Arab Saudi sudah menyita ratusan ribu botol air zamzam oplosan.

31 Mei 2017 11:25

Polisi Arab Saudi telah menyita dan menghancurkan ratusan ribu botol air Zamzam palsu dari hasil penyisiran di seantero negara Kabah itu. Mereka juga menutup pabrik pengisian air Zamzam dan toko-toko penjual air Zamzam tidak berizin.

Permintaan air Zamzam memang meningkat saban Ramadan. Penduduk Arab Saudi biasanya ingin meneguk air Zamzam saat berbuka puasa. Jamaah umrah menjadikan air Zamzam sebagai oleh-oleh wajib dibawa pulang.

Buat menghentikan pasar gelap air Zamzam dan memastikan masyarakat memperoleh air Zamzam murni, pemerintah Arab Saudi memberi izin hanya bagi toko-toko telah diotorisasi untuk menjual Zamzam. Namun banyak pula toko tidak berizin menjual Zamzam dicampur air biasa.

Baru-baru ini aparat keamanan di Kota Madinah menyita lebih dari tiga ribu botol Zamzam oplosan bermerek King Abdullah Zamzam Water Project di sebuah lahan parkir.

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi telah mengumumkan penutupan sebuah pabrik di Buraidah karena mencampurkan Zamzam dengan air biasa. Di sana ditemukan 6.500 botol Zamzam palsu.

Kementerian Perdagangan juga menemukan sekitar 200 ribu botol Zamzam oplosan dalam sebuah gudang di Makkah. Di Hail, mereka menyita 1.600 botol Zamzam palsu.

Badan Makanan dan Obat Arab Saudi sudah melarang konsumen membeli air Zamzam dari toko tidak berizin.

 

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus