kabar

Emir Qatar akan lakukan kunjungan kenegaraan empat hari di Indonesia

Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dijadwalkan berpidato di DPR dan mengunjungi Masjid Istiqlal.

31 Mei 2017 14:04

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dijadwalkan melakukan lawatan resmi di Indonesia Oktober tahun ini.

Seorang sumber Albalad.co mengungkapkan Syekh Tamim bin Hamad akan melakoni kunjungan kenegaraan itu selama empat hari. "Dia direncanakan berpidato di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan mengunjungi Masjid Istiqlal," katanya. 

Dia menambahkan penguasa Qatar itu juga berencana berlibur di Bali. Namun dia mengaku belum mengetahui berapa lama Syekh Tamim bin Hamad akan pelesiran di Pulau Dewata.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menjadi pemimpin negara Arab pertama berlibur di Bali. Penguasa negara Kabah ini rehat di Bali selama 4-12 Maret lalu setelah melakukan kunjungan kenegaraan pada 1-3 Maret.

Dihubungi terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi memastikan Syekh Tamim bin Hamad bakal ke Indonesia Oktober mendatang.

Jika terlaksana, ini akan menjadi lawatan pertama Emir Qatar ke Indonesia.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Emir Qatar bangun istana di Oman

Hubungan kedua negara kian mesra setelah Qatar diblokade sejak awal Juni tahun lalu.

Presiden Joko Widodo dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. (Twitter/@pramonoanung)

Presiden titip 30 ribu warga Indonesia kepada emir Qatar

Kedua negara meneken lima nota kesepahaman tentang pembentukan komisi bersama di bidang transportasi udara, pendidikan, kepemudaan dan olahraga, serta kesehatan.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter/@almayassahamad)

Emir Qatar tiba di Jakarta

Syekh Tamim besok pagi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Rombongan emir Qatar akan tiba di Soekarno Hatta Selasa malam

Syekh Tamim didampingi 43 penguasaha dan delapan menteri.





comments powered by Disqus