kabar

Protes pemerintah Saudi, pemuda cacat terancam dipenggal

Munir Adam, tulis dan mata rabun, dipaksa meneken surat pengakuan bersalah.

01 Juni 2017 09:21

Arab Saudi akan memenggal seorang pemuda cacat karena ikut berdemonstrasi menentang pemerintah.

Pemuda cacat berumur 23 tahun itu, Munir Adam, ditangkap ketika meletup unjuk rasa pada 2012 di wilayah berpenduduk mayoritas Syiah, timur Arab Saudi. Mereka menolak diskriminasi dilakukan rezim Bani Saud terhadap minoritas Syiah di negara Kabah terebut.

Pengadilan Kejahatan Khusus memvonis Munir, tuli dan berpenglihatan rabun, dengan hukuman mati. Dia dipaksa meneken surat pengakuan bersalah. Proses peradilan terhadap Munir berlangsung tertutup.

Pengadilan tinggi memperkuat keputuan ini. Nasib Munir tinggal menunggu hasil bandung di mahkamah agung sebelum Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menandatangani surat esekusi.

Kabar Munir terancam dipancung ini muncul setelah kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Dnald Trump ke Arab Saudi bulan ini, tidak membahas masalah pelanggaran hak asasi dilakukan pemerintah negara Dua Kota Suci itu.

Menurut kelompok hak asasi manusia Reprieve, Munir memiliki catatan medis membuktikan dia memang cacat. Dia menderita tuli dan penglihatannya rusak ketika kecelakaan saat anak-anak.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Gadi Eizenkot. (mfa.gov.il)

Panglima angkatan bersenjata Israel kunjungi UEA

"Saat ini, Arab Saudi adalah sekutu terdekat Israel dalam semua isu regional dan internasional," kata Friedman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.





comments powered by Disqus