kabar

Libanon larang Wonder Woman karena pemeran utamanya aktris Israel

Film ini diputar perdana kemarin di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait

03 Juni 2017 10:07

Pemerintah Libanon Rabu lalu melarang pemutaran film Wonder Woman karena pemeran utamanya adalah aktris Israel, Gal Gadot. Kabar ini muncul dua jam menjelang penayangan perdana film itu di Ibu Kota Beirut.

Grand Cinemas, jaringan bioskop terbesar di Libanon, mengumumkan soal pelarangan tersebut melalui Twitter. Seorang pejabat di Grand Cinemas bilang tadinya penayangan perdana Wonder Woman akan dilakukan di 16 dari total 18 bioskop mereka di seantero Libanon.

Larangan ini sesuai undang-undang telah berlaku puluhan tahun. Isinya memboikot semua produk Israel dan melarang warga Libanon pergi ke negara Zionis atau menjalin hubungan dengan warga Israel.

Seorang pejabat keamanan Libanon mengungkapkan larangan atas Wonder Woman ini dikeluarga Rabu lalu oleh Kementerian Libanon. Dia menambahkan siapa saja nekat melanggar larangan itu akan menghadapi sanksi, namun dia tidak menjelaskan bentuknya.

Rania Masri dari kelompok the Campaign to Boycott Supporters of Israel-Lebanon bergembira atas keputusan pemerintah tersebut. "Ini momen menyenangkan meski undang-undang dilaksanakan di menit-menit akhir," katanya.

Gal Gadot pernah menjalani wajib militer di Israel. Ketika negara Bintang Daud ini berperang melawan Hamas di Jalur Gaza pada 2014, Gal memberi dukungan bagi tentara Israel di laman Facebooknya. "Saya mengirim doa kepada para serdadu berisiko mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi negara saya menghadapi tindakan mengerikan dilakukan Hamas."

Meski menjadi kontroversi di Libanon, Wonder Woman tetap akan diputar perdana di sejumlah negara Arab selama Ramadan ini. Termasuk kemarin di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, di Oman pada 22 Juni dan 29 Juni di Bahrain.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus