kabar

Mesir dan UEA ikut putuskan hubungan dengan Qatar

Kairo menuding Doha menyokong Al-Ikhwan al-Muslimun telah dicap sebagai organisasi teroris.

05 Juni 2017 11:10

Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) hari ini juga mengikuti jejak Arab Saudi dan Bahrain, yakni memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Mesir menuding pemerintah Qatar mendukung Al-Ikhwan al-Muslimun, telah ditetapkan Kairo sebagai organisasi teroris. Negara Nil ini mengklaim Qatar mencampuri urusan dalam negeri mereka dan mengancam keamanan serta persatuan negara-negara Arab.

"Qatar sudah mempromosikan ideologi Al-Qaidah dan mendukung operasi ISIS dan teroris di Sinai," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir lewat keterangan tertulis. 

Mesir bilang mereka menutup perbatasan udara dan pelabuhan bagi kapal-kapal Qatar.

UEA juga mengambil langkah serupa. "Beberapa kebijakan Qatar mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan," ujar pemerintah UEA melalui pernyataan tertulis dilansir kantor berita WAM.

UEA memerintahkan waktu 48 jam bagi diplomat Qatar dan 14 hari untuk orang Qatar buat meninggalkan UEA. 

UEA juga melarang warga Qatar sekadar melewati negara itu. Warga UEA tidak dibolehkan pula berkunjung atau hanya lewat wilayah Qatar.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus