kabar

Saudi tutup kantor biro Al-Jazeera di Riyadh

Dituduh menyokong milisi Al-Hutiyun di Yaman.

06 Juni 2017 11:59

Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi kemarin menutup kantor biro Al-Jazeera di Ibu Kota Riyadh. 

Al-Jazeera merupakan stasiun televisi berita asal Qatar. Televisi didanai keluarga Ats-Tsani berkuasa di Qatar ini tayang sejak 1 November 1996.

Kementerian Kebudayaan Saudi juga telah mencabut izin operasi Al-Jazeera di negara Kabah itu. 

"Kebijakan ini diambil setelah Al-Jazeera mempromosikan rencana kelompok-kelompok teroris, mendukung Al-Hutiyun di Yaman, dan berupaya melanggar kedaulatan Arab Saudi," kata Kementerian Kebudayaan Saudi melalui keterangan tertulis, seperti dilansir Saudi Press Agency.

Penutupan sekaligus pencabutan izin operasi Al-Jazeera itu muncul beberapa jam setelah Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Mereka beralasan Qatar telah mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan lantaran Qatar mendukung terorisme.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus