kabar

Masyarakat Indonesia di Qatar diminta tenang

Situasi di Qatar tetap normal namun pengamanan di lokasi-lokasi vital ditingkatkan.

06 Juni 2017 16:10

Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi kemarin meminta masyarakat Indonesia tinggal di negara Arab mungil itu untuk tetap tenang namun waspada, terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di sekitarnya melalui berbagai sarana.

Pesan itu disampaikan Muhammad Basri dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di kompleks Al-Khor Community, Kota Al-Khor, sekitar 60 kilometer  dari Ibu Kota Doha. Imbauan itu dia sampaikan terkait pemutusan hubungan diplomatik dengan dilakukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, dan Yaman

Muhammad Basri bilang warga Indonesia di Qatar tidak perlu mengambil langkah-langkah berlebihan lantaran situasi di negara itu masih aman dan terkendali. Dia menambahkan drinya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia di Qatar.

Kunjungan ke Al-Khor tersebut merupakan upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Doha untuk menunjukan kepada warga Indonesia di Qatar: kondisi politik dan keamanan berjalan normal. Dalam lawatan ini, Muhammad Basri didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha Endang Kuswaya dan Pelaksana Fungsi Politik Boy Dharmawan. Mereka juga memantau pusat keramaian.

Meski situasi tetap normal di Qatar, terjadi peningkatan pengamanan di lokasi-lokasi vital, seperti pusat pemerintahan, tempat ibadah, bandar udara, stasiun, terminal bus, fasilitas publik, dan pusat perbelanjaan.

Menurut Muhammad Basri, KBRI telah mempersiapkan langkan buat mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan. "Duta besar adalah orang terakhir akan meninggalkan Qatar," kata pilot F-16 pertama di Indonesia ini. "Kondisi politik ini sudah terjadi pada 2014 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir."

Dia menjelaskan persiapan telah dilakukan KBRI karena jumlah warga Indonesia di Qatar cukup besar. Berdasarkan informasi dari International Organisation for Migration (IOM), jumlah warga Indonesia pada 2015 sekitar 43 ribu, terutama menetap di Al-Khor, Dukhan, Umm Said, Asy-Syamal, dan Doha.

Muhammad Basri mengatakan pemerintah Indonesia dengan prihatin mengikuti secara dekat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini. Indonesia mengharapkan semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dan untuk menyelesaikan masalah ini.

Lebih lanjut dia bilang Indonesia menekankan kembali semua negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain. Indonesia mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam memerangi terorisme dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan global.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus